Jangan takut melangkah, setiap perjalanan dimulai dari satu langkah.

Tidak semua perjalanan berjalan mudah. Namun, setiap kesulitan yang kita lalui sedang membentuk diri menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap untuk meraih keberhasilan.

Terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi lebih baik.

Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Hari ini berjuang, esok menuai hasil.

Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang mampu terus berjalan meskipun berkali-kali menghadapi kegagalan.

Jangan menyerah, proses tidak pernah mengkhianati usaha.

Apa yang kita lakukan hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Namun, percayalah, setiap ilmu yang dipelajari, setiap usaha yang dilakukan, dan setiap kebaikan yang diberikan sedang membangun masa depan yang lebih baik.

Mimpi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Sebuah perubahan besar sering kali lahir dari langkah sederhana yang dilakukan dengan konsisten.

Minggu, 09 Agustus 2026

Dua Murid SMP Negeri 2 Demak Ikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur

Demak — Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 2 Demak. Dua murid terbaik, Kamelia Naura Anatira kelas 9I dan Dava Valerian S.P kelas 9E, dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti Jambore Nasional Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Keduanya telah berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026. Dalam keberangkatannya, Kamelia dan Dava bergabung bersama perwakilan peserta dari berbagai Kwartir Ranting se-Kabupaten Demak.

Keikutsertaan dalam Jambore Nasional menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kedua murid. Selain menjadi ajang untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas persahabatan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta belajar mengenal keberagaman budaya dan karakter peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Syaifin Lutfi A, S.Pd., selaku pembina di SMP Negeri 2 Demak, menyampaikan rasa bangga atas keikutsertaan kedua murid tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti Jambore Nasional merupakan pengalaman luar biasa yang diharapkan dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan murid.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kamelia dan Dava atas kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka untuk mewakili sekolah. Keikutsertaan tersebut dinilai menjadi sebuah kebanggaan karena kedua murid turut membawa nama baik SMP Negeri 2 Demak di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kamelia dan Dava. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan karakter positif sebagai murid SMP Negeri 2 Demak. Kami berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, tanggung jawab, dan menjaga nama baik sekolah serta Kabupaten Demak,” harap Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si.

Lebih dari sekadar mengikuti kegiatan, Jambore Nasional diharapkan menjadi momentum bagi Kamelia dan Dava untuk membawa pulang pengalaman, inspirasi, dan nilai-nilai positif yang dapat dibagikan kepada teman-teman di sekolah.

Selamat mengikuti Jambore Nasional, Kamelia dan Dava!

Tunjukkan semangat, jaga nama baik, dan harumkan nama SMP Negeri 2 Demak.

Espero Berprestasi, Berkarakter, dan Menginspirasi.


Sabtu, 08 Agustus 2026

LATIHAN HADROH THULLABU SYAFA’AT PERSIAPAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Dalam rangka mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tim Hadroh Thullabu Syafa’at SMP Negeri 2 Demak melaksanakan latihan rebana secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan agar penampilan hadroh dalam peringatan Maulid Nabi dapat berlangsung dengan baik dan khidmat.

Latihan dilaksanakan di Ruang ODC SMP Negeri 2 Demak setiap hari setelah kegiatan pembelajaran selesai, mulai pukul 13.30 WIB. Meskipun dilaksanakan setelah jam sekolah, para anggota Tim Hadroh Thullabu Syafa’at tetap menunjukkan semangat dan antusiasme dalam mengikuti setiap sesi latihan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta berlatih berbagai komponen penampilan hadroh, mulai dari permainan rebana, kekompakan irama, vokal, hingga kesiapan penampilan secara keseluruhan. Latihan dibimbing oleh Pak Nafik, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), bersama Pak Febri, guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang juga memiliki pengalaman di bidang hadroh.

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Para anggota tim semakin memahami peran masing-masing serta mampu membangun kekompakan dalam memainkan alat musik dan melantunkan syair-syair religi.

Kegiatan latihan ini tidak hanya menjadi persiapan penampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Nabi Muhammad SAW, memperkuat karakter religius, melatih kedisiplinan, serta membangun kerja sama dan kekompakan.

Semoga melalui latihan yang konsisten, Tim Hadroh Thullabu Syafa’at dapat memberikan penampilan terbaik dan turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 2 Demak dengan penuh semangat dan keberkahan.

ESPERO BORONG PRESTASI DALAM KEJURKAB CATUR PIALA BUPATI DEMAK 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMP Negeri 2 Demak dalam Kejurkab Catur Piala Bupati Demak 2026 – Catur Cepat Putra SMP/MTs, yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 7–8 Agustus 2026, bertempat di MAN Demak.

Kompetisi yang diikuti oleh 21 peserta dari berbagai SMP/MTs se-Kabupaten Demak tersebut berlangsung penuh konsentrasi dan semangat. Para peserta tampak serius menghadapi setiap babak pertandingan. Di balik papan catur, suasana kompetisi terasa begitu menegangkan. Setiap langkah bidak dipertimbangkan dengan cermat, sementara para pemain dituntut untuk berpikir cepat, tepat, dan tetap tenang hingga pertandingan berakhir.

SMP Negeri 2 Demak berhasil menunjukkan performa luar biasa dengan menempatkan beberapa peserta didiknya pada posisi terbaik. Athaillah Javas Nararya di Peringkat 2, dan Muhammad Azzam Dirgantara di Peringkat 3 serta Akil Nabil Rafasya di Peringkat 4.  Sementara itu, Dirga Sauqi Putra berhasil menempati Peringkat 15 dan Setiadhia Rayhan Himawan berada di Peringkat 16.

Hasil tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena tiga peserta didik SMP Negeri 2 Demak berhasil menguasai posisi tiga besar dalam kompetisi yang diikuti 21 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak.

Pendamping tim, Sugeng Suryanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas pencapaian anak-anak. Menurutnya, perjuangan, latihan, dan pendampingan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

“Alhamdulillah, hasil yang diperoleh anak-anak sangat membanggakan. Lelahnya terbayarkan dengan prestasi yang mereka raih,” ungkap Pak Sugeng.

Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., juga memberikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih peserta didik. Beliau menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti semangat, ketekunan, dan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga catur.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Demak untuk terus berlatih, berani berkompetisi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang belajar berpikir strategis, mengambil keputusan, menjaga konsentrasi, dan pantang menyerah.

Selamat kepada para juara. Terus melangkah, terus berprestasi, dan harumkan nama SMP Negeri 2 Demak!

Kamis, 06 Agustus 2026

Mengintai Geliat Pendidikan di Negeri Tirai Bambu

Guru SMP Negeri 2 Demak, Peserta Short Course di China, 2019.

Oleh : Sutopo, M.Pd.

“Carilah ilmu sampai ke negeri China” Hadis Rasulullah saw ini selalu memberikan rasa penasaran bagi saya. Apa sebenarnya yang bisa saya peroleh dengan belajar sampai ke negeri China. Hingga suatu siang di bulan Februari, telepon selular saya berdering dengan panggilan nomor area Jakarta. Ketika telah tersambung, ternyata suara wanita itu adalah salah satu staf di Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud. Beliau secara khusus mengabarkan bahwa saya adalah salah satu guru yang akan diberi kesempatan mengikuti short course di Provinsi Jiangsu China pada bulan Maret 2019.

Rasa hati diliputi rasa syukur mendengar kabar itu, mengingat beberapa waktu yang lalu telah dirilis nama-nama guru yang mendapat kesempatan short course di China, Belanda, dan Australia, tetapi nama saya tak tertera di situ. Saya pun menerima dengan penuh introspeksi karena saya hanyalah Juara III dalam Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Guru Dikdas Kemdikbud tahun 2018. Antara keinginan dan kenyataan memang tak selalu sama. Namun, ketika Allah swt membukakan jalan, kesempatan itu pun ada dalam genggaman.

Adiminstrasi kepergian ke luar negeri telah siap disertai bekal untuk tinggal selama 21 hari di daratan China pun telah tertata. Tanggal 27 Februari 2019 saya berangkat mengikuti kegiatan pembekalan (pre departure) di Jakarta. Hari Minggu tanggal 3 Maret 2019 pukul 20.00 saya beserta seluruh peserta sebanyak 50 orang telah tiba di Kampus CUMT (China University of Minning and Technology) yang terletak di Provinsi Jiangsu China. Kedatangan kami di China disambut musim dingin dengan rentang cuaca antara 8 – 10o C. Sungguh sensasi tersendiri bagi saya mengingat selama ini saya tinggal di kawasan pantura Jawa dengan suhu yang panas.

Melihat jadwal kegiatan yang padat selama 21 hari di kampus spesialis ilmu pertambangan itu, sempat terlintas rasa enggan di hati saya. Namun, setelah melihat semangat teman-teman yang memang jauh lebih muda usia dibandingkan saya, semangat itu pun hadir. Berjalan menuruni setiap lorong kampus yang berbukit dengan rasa lega saya lakukan tiap pagi. Naik turun bus kampus demi menerima materi dari narasumber di kampus lain pun dengan santai saya ikuti. Tinggal dua kendala yang sulit saya atasi, yaitu bahasa Mandarin dan kuliner China yang adaptasinya terlalu lambat bagi saya.

Hampir semua materi disampaikan oleh narasumber dengan bahasa China kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh tim translater. Meskipun saya sempat mendapat bekal pengantar bahasa China selama dua pertemuan, tetap saja susah bagi orang setua saya untuk menyerapnya kecuali pada salam-salam harian saja. Kuliner harian di dormitory, tempat saya dan teman-teman tinggal di kampus, disuguhkan dengan kekhasan bumbu China. Menu pagi, siang, dan malam yang hampir mirip rasa dan aromanya itu sempat mematikan selera makan saya. Telur rebus, bakpao, dan sup harus jadi santapan harian saya kecuali hari Sabtu dan Minggu. Akhir pekan tidak ada kegiatan di kampus. Pada hari itulah kami dapat menikmati kuliner Arab di kantin muslim bersama para mahasiswa di kampus.

Kunjungan ke sekolah mitra CUMT

Dua fokus utama yang harus saya serap dari pelatihan singkat tersebut adalah implementasi tentang HOTS (High Order Thinking Skills) dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics). Keduanya merupakan dua pendekatan pembelajaran yang sedang digalakkan di Indonesia menyongsong pembelajaran abad ke-21 dan revolusi industri 4.0. Beberapa sekolah di luar negeri termasuk di China sudah lama menerapkan kedua pendekatan tersebut dalam pembelajarannya.

Pendekatan STEAM untuk pembelajaran di sekolah-sekolah di Jiangsu lebih kental saya lihat mengingat beberapa perguruan tinggi vokasional menancapkan kukunya dalam-dalam di provinsi ini. Visi mereka tentang teknologi mampu menjadikan China cukup berdaulat di bidang industri. Mereka bersemboyan barang apa pun yang dibuat oleh negara lain harus mampu mereka imitasikan kemudian dikembangkan menjadi lebih baik dari negara lain. Visi ini harus didukung dengan sekolah vokasional yang eksis dan perguruan tinggi vokasional yang modern.

Saya dan tim yang berada di CUMT berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah binaan kampus CUMT untuk menerima persentasi tentang seluk beluk sekolah dan mengobservasi lingkungan sekolah dengan berbagai fasilitas yang dimilikinya. Secara fisik keunggulan sekolah di China adalah luasan wilayah sekolah yang ideal. Dengan luas sekolah yang memadai itu membuat siswa memiliki dinamika fisik untuk membuat mereka sosok yang lincah, gesit, dan secara fisik sehat. Lapangan olahraga di sebuah sekolah setingkat SMA yang kami kunjungi bahkan mirip stadion atletik di Indonesia. Pembandingan ini bermaksud untuk meluaskan cara pikir kita yang kadang menempatkan sekolah sebagai bentuk ruang dan kelas yang bertumpuk tanpa memikirkan keberadaan lingkungan sebagai sarana literasi gerak yang penting.

Salah satu sekolah yang saya kunjungi, Peidong Experimental School of Jiangsu, memiliki empat prioritas yang menurut saya istimewa. Keempat prioritas tersebut adalah (1) kesehatan, (2) perilaku yang baik, (3) prestasi akademik, dan (4) wawasan yang luas. Program unggulan ini menempatkan prestasi akademik pada urutan capaian ketiga, dan menempatkan kesehatan dan perilaku baik sebagai prioritas pertama dan kedua. Jika dikaitkan dengan pengembangan karakter yang ada dalam pendidikan di Indonesia ini ternyata pantas direferensikan, yaitu menempatkan kesehatan dan perilaku baik di atas capaian akademik.

Dalam sebuah seminar di salah satu perguruan tinggi di Jiangshu, Mr. Yuan Jingyu, Ph.D. Deputy Director of Education Department of Jiangsu Provincial Government, mengungkapkan satu hal yang saya anggap sangat baru. Hal itu adalah yang dia sebut dengan pembelajaran yang membahagiakan. Selama ini saya baru mengenal enjoy full leraning, yaitu menjadikan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan yang membuat siswa senang dan tidak merasa terkekang. Dengan rasa senang siswa pasti berangkat ke sekolah dengan antusias dan jauh dari rasa malas. Apa yang diungkapkan oleh Doktor Jingyu tersebut lebih dari sekedar pembelajaran yang menyenangkan, tetapi membahagiakan.

Bahagia adalah idola siapa pun di dunia ini. Jika pembelajaran dapat diskenariokan menjadi kegiatan yang membahagiakan tentu setiap siswa akan mendambakan pendidikan. Di sekolah siswa akan merasa mendapatkan kebahagiaan bersama guru, teman sebaya, dan proses pembelajaran. Jika bahagia itu didefinisikan tercukupinya kebutuhan dan terpenuhinya rasa damai dan aman, sekolah semestinya mengupayakan setiap siswa dapat mendapatkannya di sekolah.

Selembar kertas yang bertuliskan Certificate di samping ini tak memiliki makna apa pun tanpa aksi nyata dalam rangka mencerdaskan bangsa. Berinovasi tanpa henti lebih baik daripada mengubur mimpi karena silau melihat yang lain sudah berlari. Membuat kita sejajar di samping mereka atau selangkah mendahulunya harus selalu menjadi tekad seluruh putera bangsa. Tumbuhkan rasa percaya diri untuk hari ini, esok hari, dan yakini bahwa Indonesia adalah pertiwi dengan jutaan potensi. Indonesia Jaya.

Terus Belajar, Berkarya, dan Berbagi

Namanya Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., tetapi bagi siswa-siswanya ia lebih akrab dipanggil Pak Eko. Menjadi guru bagi Pak Eko bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah perjalanan untuk terus belajar dan berkembang. Baginya, setiap siswa memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru harus mampu menyesuaikan diri dan menemukan cara terbaik agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna.

Prinsip yang selalu dipegangnya sederhana: guru harus terus belajar, karena dunia siswa terus berubah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pak Eko mulai mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, seperti bahan ajar berbasis multimedia, pembelajaran berbasis blog, dan game edukasi. Semua itu bukan sekadar untuk menggunakan teknologi, tetapi untuk membuat siswa lebih aktif, tertarik, dan mudah memahami pembelajaran.

Baginya, keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya ketika mendapatkan penghargaan, tetapi ketika melihat siswa yang awalnya pasif menjadi lebih berani, lebih tertarik, dan menikmati proses belajar. Perjalanan berkarya tersebut kemudian membawanya meraih berbagai prestasi. Di tingkat Kabupaten Demak, ia meraih:

  1. Juara I Guru Berprestasi
  2. Juara I Inovasi Pembelajaran 
  3. Juara II ASN Award
  4. Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Demak.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, ia meraih:

  1. Juara I Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Multimedia
  2. Juara I Pelopor Komunitas Belajar 
  3. Juara II Game Edukasi
  4. Narasumber Berbagi Praktik Baik BBGP
  5. Tim TNA BBGP Jawa Tengah
  6. Pengajar PKB BBGP Jawa Tengah.

Sementara di tingkat Nasional, ia meraih:

  1. Juara II Best Practice 
  2. Juara Harapan III Desain Bahan Ajar Berbasis Multimedia
  3. Finalis Inovasi Pembelajaran 
  4. Finalis Mobile Learning Ki Hajar
  5. Kontributor Konten BPMPK Kemendikbud.

Namun, bagi Pak Eko, prestasi bukanlah tujuan akhir. Yang paling berkesan justru ketika karya dan pengalaman yang dimilikinya bisa dibagikan dan memberikan manfaat bagi guru lain.

Ke depan, ia ingin terus belajar, berkarya, dan berbagi. Harapannya sederhana: menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan keberanian, rasa ingin tahu, dan keyakinan dalam diri siswa bahwa mereka mampu menjadi lebih baik.

Karena bagi Pak Eko, prestasi terbesar seorang guru bukan hanya ketika namanya tertulis di sebuah penghargaan, tetapi ketika jejaknya tetap hidup dalam diri murid-muridnya.



Rabu, 05 Agustus 2026

SMP NEGERI 2 DEMAK IKUTI LOMBA CERDAS CERMAT MUSEUM TAHUN 2026 DI MUSEUM RANGGAWARSITA

Semarang, 5 Agustus 2026 – Tiga peserta didik SMP Negeri 2 Demak turut ambil bagian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum Tahun 2026 yang diselenggarakan di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kota Semarang, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Keikutsertaan dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik melalui kegiatan kompetitif sekaligus memperluas wawasan mengenai sejarah, budaya, dan permuseuman. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter peserta didik agar semakin mengenal, menghargai, dan mencintai warisan budaya bangsa.

Dalam lomba tersebut, SMP Negeri 2 Demak mengirimkan tiga peserta didik sebagai wakil sekolah, yaitu Keisya Aulia Zahra (kelas 9I), Moh. Bagus Damar (kelas 8I), dan Dirga Sauqi Putra (kelas 9I).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian perlombaan cerdas cermat yang terdiri atas beberapa babak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Para peserta mengikuti setiap tahapan lomba dengan penuh semangat dan berusaha memberikan kemampuan terbaiknya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan dari dua orang guru pembimbing/pendamping yang memberikan arahan, motivasi, serta memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.

Lomba Cerdas Cermat Museum Tahun 2026 juga diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Museum Jawa Tengah Ranggawarsita bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan museum dan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap sejarah serta kebudayaan.

Meskipun pada kesempatan ini tim SMP Negeri 2 Demak belum berhasil meraih juara, keikutsertaan dalam lomba menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para peserta. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menguji pengetahuan, belajar berkompetisi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengenalkan generasi muda pada pentingnya menjaga, menghargai, dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Semoga pengalaman yang diperoleh dalam LCC Museum 2026 dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan kembali berprestasi pada kesempatan berikutnya.

Terima kasih dan apresiasi kepada Keisya, Bagus, dan Dirga atas semangat dan perjuangannya membawa nama SMP Negeri 2 Demak.

 

Belum juara hari ini bukan berarti gagal. Setiap pengalaman adalah langkah menuju prestasi berikutnya.

 

ESPERО TERUS BELAJAR, TERUS BERPRESTASI!

SMP NEGERI 2 DEMAK RAIH PRESTASI DI KEJURKAB SEPAK TAKRAW PELAJAR 2026

Demak, 5 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Demak. Dalam ajang Kejurkab Sepak Takraw Pelajar 2026 yang berlangsung pada Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026, di GOR Kalijaga, Demak, Tim Sepak Takraw Espero berhasil meraih dua prestasi sekaligus.

Tim Sepak Takraw Putri Espero yang diperkuat oleh Alfiani Hidayati (kelas 7), Aisya Sakhi A (kelas 7), Adiba Azka Z (kelas 7), Sabrina Aida Ats T (kelas 8), dan Wilda Afiqoh F (kelas 9) tampil penuh semangat dan berhasil meraih Juara 2.

Sementara itu, Tim Sepak Takraw Putra Espero yang terdiri atas Nasaruddin (kelas 8), Barra Julian P (kelas 9), Bima Pratama (kelas 9), Kaffa Wardana (kelas 9), dan M. Maulidan Akbar (kelas 9) juga menunjukkan perjuangan terbaiknya dan berhasil meraih Juara 3.

Perjuangan para atlet muda Espero dalam kompetisi tersebut tidak lepas dari dukungan dan pendampingan tim. Hadi S bertindak sebagai pelatih yang mempersiapkan dan membimbing para atlet, sedangkan Sugeng Suryanto, guru olahraga SMP Negeri 2 Demak, bertugas sebagai official sekaligus mendampingi tim selama mengikuti pertandingan.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si. Beliau turut hadir secara langsung menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada para atlet Espero yang sedang berjuang membawa nama baik sekolah.

Kehadiran Kepala Sekolah menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang olahraga. Setelah pertandingan, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si. juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para atlet atas perjuangan serta prestasi yang telah diraih.

Raihan Juara 2 tim putri dan Juara 3 tim putra menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMP Negeri 2 Demak mampu menunjukkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di sekolah terus memberikan hasil yang positif.

Lebih dari sekadar piala dan medali, keikutsertaan dalam Kejurkab Sepak Takraw Pelajar 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar tentang kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, pantang menyerah, dan keberanian untuk berkompetisi.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMP Negeri 2 Demak untuk terus mengembangkan potensi, berani bermimpi, dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

Selamat kepada Tim Sepak Takraw Putri atas raihan Juara 2 dan Tim Sepak Takraw Putra atas raihan Juara 3. Terima kasih kepada pelatih, official, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

 

Terus berlatih, terus berjuang, dan terus mengukir prestasi!

 

ESPERО HEBAT, ESPERO JUARA!