Menari merupakan suatu aktivitas menggerakkan tubuh sesuai
dengan irama. Menari dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Menari tidak
serta-merta tentang gerakan yang indah, lentur, dan rapi. Setiap gerakan yang
dilakukan dengan teratur dan sesuai dengan irama atau ketukan, dapat disebut
dengan menari. Maka dari itu, setiap manusia yang masih bisa bergerak, pasti
bisa menari.
Menari memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, membantu menjaga berat badan ideal, bahkan dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Secara mental, menari dapat mengurangi stress dan depresi, meningkatkan suasana hati, meningkatkan fungsi kognitif, dan membantu meningkatkan rasa percaya diri. Tidak sedikit orang yang menjadikan menari sebagai hobi.
Begitu juga dengan salah satu guru kesayangan kita. Wahidah Wahyu Martyastuti, atau sering dipanggil Bu Tyas yang merupakan seorang guru seni tari di SMP N 2 Demak. Berawal dari hobi saat masih di bangku sekolah dasar, lalu terpilih untuk tampil dari panggung ke panggung, mengikuti lomba hingga festival tari dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Hobinya semakin tertanam ketika melanjutkan kuliah di jurusan seni drama tari dan musik Unnes. Kemampuan menarikan berbagai jenis tarian semakin terasah, hingga mengikuti berbagai audisi dan lomba menari bertaraf nasional, seperti acara Indonesia Menari. Berbagai penghargaan sempat diraih, seperti penari individu terbaik Indonesia Menari 2017 Solo, Instruktur Indonesia Menari 2018 Solo, Juara 3 Festival Kesenian Pesisiran Demak, penari 12 jam nonstop Hari Tari Dunia 2025 (Demak Menari 12 Jam).
Demak Menari 12 Jam merupakan suatu peringatan Hari Tari Dunia di Demak yang menampilkan pertunjukan tari selama 12 jam nonstop. Berbagai jenis tarian ditampilkan, termasuk tari kolosal yang menggambarkan sejarah Kasultanan Demak. Peringatan Hari Tari Dunia 2025 tidak hanya menampilkan penampilan menari dari berbagai sanggar dan sekolah di Demak saja, tetapi juga melibatkan 3 penari 12 jam nonstop, yaitu Rama, Tyas, dan Widya. Penari 12 jam nonstop mulai menari pada jam 07.00 sampai jam 19.00. Acara dibuka di Pendopo Sasanarengga dengan ditandai pengalungan bunga melati kepada ketiga penari 12 jam. Penari diarak dari Pendopo Sasanarengga menuju Pendopo Notobratan. Sesampainya di Pendopo Notobratan, penari 12 jam bebas melakukan gerak tari sampai jam 19.00.
Tidak hanya menari bebas, tetapi setiap penari 12 jam juga diwajibkan untuk tampil dalam rangkaian acara menari 12 jam. Pada kesempatan pertama, Bu Tyas menari bersama Sanggar Bintoro dengan menarikan Tari Lenggang Nyai dari Betawi. Pada tarian kedua, Bu Tyas menari bersama anggota ekstrakulikuler tari SMP Negeri 2 Demak dengan menarikan tarian yang beliau ciptakan, yaitu Tari Rebana Pesisir. Pada kesempatan terakhir, Bu Tyas ikut serta dalam penampilan tari kolosal Sejarah Kasultanan Demak bersama para Seniman Demak. Selesainya durasi tarian selama 12 jam ditandai dengan dilepasnya kalung melati dari setiap penari 12 jam, dan diserahkannya plakat dan piagam penghargaan untuk setiap penari oleh perwakilan Sesepuh Kadilangu Demak.
Dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah
apresiasi dan edukasi dalam upaya meningkatkan rasa cinta tanah air, khususnya
tarian tradisional di Indonesia. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus digelar
dan diikuti oleh para generasi muda, khususnya siswa siswi SMP Negeri 2 Demak.






0 komentar:
Posting Komentar