Jangan takut melangkah, setiap perjalanan dimulai dari satu langkah.

Tidak semua perjalanan berjalan mudah. Namun, setiap kesulitan yang kita lalui sedang membentuk diri menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap untuk meraih keberhasilan.

Terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi lebih baik.

Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Hari ini berjuang, esok menuai hasil.

Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang mampu terus berjalan meskipun berkali-kali menghadapi kegagalan.

Jangan menyerah, proses tidak pernah mengkhianati usaha.

Apa yang kita lakukan hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Namun, percayalah, setiap ilmu yang dipelajari, setiap usaha yang dilakukan, dan setiap kebaikan yang diberikan sedang membangun masa depan yang lebih baik.

Mimpi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Sebuah perubahan besar sering kali lahir dari langkah sederhana yang dilakukan dengan konsisten.

Senin, 28 April 2025

ANAK TARI ESPERO TURUT MEMERIAHKAN HARI TARI DUNIA

Hari tari dunia diperingati tanggal 29 April. Banyak daerah turut serta memeriahkan hari tari dunia. Salah satunya kabupaten Demak yang turut memeriahkan hari tari dunia. Seniman Demak berkumpul  mengadakan  acara yang berjudul “ Langen Budaya Hadilangu: Demak Menari 12 Jam” di Kadilangu pada 27 April 2025. Acara berlangsung sangat meriah dengan banyak sanggar dan sekolah yang turut serta menampilkan tarian.

Demak menari 12 jam adalah sebuah acara pertunjukan tari yang diselenggarakan di Demak untuk memperingati Hari Tari Dunia. Ratusan penari dari berbagai sanggar seni dan sekolah di Demak berpartisipasi dalam pertunjukan yang berlangsung selama 12 jam non-stop. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali budaya tradisional kepada masyarakat terutama anak-anak  dan mendapat dukungan upaya pelestarian tradisi.

Anak tari SMP Negeri 2 Demak ikut memeriahkan dengan menampilkan empat tarian yaitu Tari Rebana Wali, Tari Pesisiran, Tari Lenggang Nyai, Tari Polo Pinang.  Keempat tarian tersebut diciptakan oleh Ibu Wahidah Wahyu Martyastusti sekaligus pelatih. Dalam acara tersebut Ibu Tyas juga menjadi penari 12 jam.