Jangan takut melangkah, setiap perjalanan dimulai dari satu langkah.

Tidak semua perjalanan berjalan mudah. Namun, setiap kesulitan yang kita lalui sedang membentuk diri menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap untuk meraih keberhasilan.

Terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi lebih baik.

Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Hari ini berjuang, esok menuai hasil.

Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang mampu terus berjalan meskipun berkali-kali menghadapi kegagalan.

Jangan menyerah, proses tidak pernah mengkhianati usaha.

Apa yang kita lakukan hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Namun, percayalah, setiap ilmu yang dipelajari, setiap usaha yang dilakukan, dan setiap kebaikan yang diberikan sedang membangun masa depan yang lebih baik.

Mimpi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Sebuah perubahan besar sering kali lahir dari langkah sederhana yang dilakukan dengan konsisten.

Sabtu, 22 Agustus 2026

SMP Negeri 2 Demak Tampilkan Harmoni Nusantara dalam Karnaval Kemerdekaan RI ke-81

 


Demak – SMP Negeri 2 Demak turut memeriahkan Karnaval Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2026 dengan penampilan spektakuler yang memadukan seni suara, seni tari, Paskibra, serta Pasukan Koloni Tongkat. Mengusung tema “Cinta Tanah Air dan Generasi Kreatif”, penampilan tersebut menjadi wujud kebanggaan terhadap bangsa sekaligus kekayaan budaya Indonesia.

Dalam barisan karnaval, kontingen SMP Negeri 2 Demak tampil penuh semangat membawa identitas sekolah dan pesan nasionalisme. Pertunjukan diawali dengan lantunan lagu “Aku Indonesia” yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Vokal yang kuat dan mendalam seolah membakar semangat nasionalisme, sekaligus menegaskan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang satu, tangguh, dan kaya akan budaya.

Seiring mengalunnya musik, penampilan berkembang menjadi sajian tarian medley Nusantara. Para siswa tampil mengenakan busana adat modifikasi dari berbagai daerah di Indonesia. Gerakan tari yang beragam dirangkai secara harmonis, menciptakan perpaduan visual yang menarik dan menggambarkan keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke.

Kemegahan pertunjukan semakin terasa melalui keterlibatan Paskibra dan Pasukan Koloni Tongkat yang tampil kompak dan penuh disiplin. Perpaduan antara langkah tegap, permainan tongkat, gerak tari, kostum berwarna-warni, serta iringan musik dan vokal menciptakan sebuah sajian yang memukau masyarakat di sepanjang jalur karnaval.

Seluruh rangkaian penampilan tersebut membawa pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman. Berbagai perbedaan suku, budaya, bahasa, dan tradisi digambarkan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Melalui penampilan ini, SMP Negeri 2 Demak ingin menyampaikan semangat Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semangat cinta tanah air diwujudkan melalui kreativitas generasi muda yang mampu melestarikan budaya bangsa sekaligus menampilkannya dalam kemasan yang menarik, modern, dan penuh semangat.

“Aku Indonesia, Cinta Tanah Air, Generasi Kreatif” menjadi pesan yang menggema dalam penampilan kontingen SMP Negeri 2 Demak. Partisipasi ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab para siswa untuk terus menjaga persatuan serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia.



Rabu, 19 Agustus 2026

965 Siswa SMP Negeri 2 Demak Peringati Maulid Nabi di Serambi Masjid Agung Demak

 


DEMAK – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Serambi Masjid Agung Demak saat keluarga besar SMP Negeri 2 Demak menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 965 peserta, didampingi oleh para guru dan tenaga kependidikan.

Hj. Ridhwanah, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenang keteladanan dan perjuangan Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung di lingkungan Masjid Agung Demak yang memiliki nilai sejarah dan religius kuat bagi masyarakat Demak.

Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Mereka duduk bersama di serambi masjid,
mengikuti tausiyah dan berbagai rangkaian acara keagamaan. Kehadiran ratusan siswa dengan seragam khas sekolah menjadikan suasana peringatan semakin semarak, namun tetap berlangsung dalam nuansa khidmat.

Dalam kegiatan tersebut, pesan utama yang disampaikan berkaitan dengan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sikap jujur, disiplin, rendah hati, saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta membiasakan perilaku baik menjadi nilai-nilai yang diharapkan dapat diterapkan siswa di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Tema kegiatan yang mengangkat semangat membentuk karakter murid berakhlakul karimah juga sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter murid. Peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu memberikan pengalaman spiritual sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi seluruh siswa.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kecintaan para siswa kepada Nabi Muhammad SAW. Keteladanan Rasulullah diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, santun, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan diikuti 965 siswa, kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Serambi Masjid Agung Demak menjadi salah satu bentuk kebersamaan keluarga besar SMP Negeri 2 Demak dalam menumbuhkan nilai keagamaan dan akhlak mulia di kalangan generasi muda.

Senin, 10 Agustus 2026

GURU DAN WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG KURIKULUM SMP NEGERI 2 DEMAK

Pak Haryanto, S.Pd., M.Pd. merupakan salah satu sosok pendidik yang memiliki semangat tinggi dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan. Bagi Pak Haryanto, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah amanah untuk mendampingi peserta didik dalam belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. 

Perjalanan Pak Haryanto sebagai seorang guru penuh dengan pengalaman dan perjuangan. Sebelum bergabung dengan SMP Negeri 2 Demak, Pak Haryanto mengajar di SMP Negeri 3 Welahan, Jepara. Jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal tidak menjadi penghalang bagi Pak Haryanto untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman berharga yang membentuk ketekunan, kedisiplinan, dan komitmennya dalam menjalankan profesi sebagai guru. 

Kini, Pak Haryanto mendapat kepercayaan untuk mengabdikan diri di SMP Negeri 2 Demak, sebuah sekolah yang memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu sekolah rujukan bagi orang tua dalam memilih pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi Pak Haryanto untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah. 

Selain menjalankan tugas sebagai guru, Pak Haryanto saat ini dipercaya sebagai Wakil Kepala SMP Negeri 2 Demak Urusan Kurikulum. Dalam posisi tersebut, Pak Haryanto memiliki peran penting dalam membantu mengelola dan mengembangkan berbagai program pembelajaran serta memastikan pelaksanaan kurikulum dapat berjalan secara efektif dan mendukung kebutuhan peserta didik. 

Dedikasi Pak Haryanto dalam dunia pendidikan juga telah mengantarkannya meraih sejumlah prestasi di tingkat kabupaten. Dalam ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel), Pak Haryanto berhasil meraih Juara 3. Selain itu, Pak Haryanto juga berhasil meraih Juara 2 Guru Berprestasi. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran merupakan bagian dari perjalanan Pak Haryanto sebagai seorang pendidik.

Motivasi Menjadi Guru

Bagi Pak Haryanto, guru memiliki peran penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga memberikan teladan, membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membantu peserta didik menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Pak Haryanto meyakini bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing. Karena itu, guru perlu hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk memahami, mendampingi, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang.

Harapan untuk Peserta Didik SMP Negeri 2 Demak

Untuk seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Demak, Pak Haryanto berharap agar mereka memiliki semangat belajar yang tinggi, berani bermimpi, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Pak Haryanto juga berharap para peserta didik tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang baik. Kecerdasan akan menjadi lebih bermakna apabila disertai dengan kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan sikap menghargai orang lain.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan takut mencoba, dan jangan mudah menyerah. Setiap proses yang kalian jalani hari ini adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan. Jadilah pribadi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.”

Bagi Pak Haryanto, S.Pd., M.Pd., menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Demak merupakan sebuah amanah dan kebanggaan. Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang unggul.

Karena bagi Pak Haryanto, menjadi guru adalah tentang menyalakan semangat belajar hari ini untuk menerangi masa depan anak-anak di kemudian hari.

Minggu, 09 Agustus 2026

Standar Pelayanan Publik SMP Negeri 2 Demak

SMP Negeri 2 Demak berkomitmen memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan ramah kepada murid, orang tua/wali, serta masyarakat.

Standar Pelayanan Publik ini disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan layanan di SMP Negeri 2 Demak sekaligus sebagai bentuk keterbukaan informasi mengenai persyaratan, prosedur, waktu penyelesaian, biaya, serta produk layanan yang diterima masyarakat.

Adapun layanan publik yang tersedia meliputi:

1. Legalisir Ijazah

2. Keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah

3. Permohonan Ijazah Hilang/Rusak

4. Data Pokok Pendidikan (Dapodik)

5. Penerimaan Murid Baru (SPMB)

6. Program Indonesia Pintar (PIP)

7. Mutasi Murid Keluar/Masuk

Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis (tidak dipungut biaya) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui Standar Pelayanan Publik ini, SMP Negeri 2 Demak berupaya memberikan kepastian dan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

SMP Negeri 2 Demak

“Melayani dengan Hati, Memberi Solusi Terbaik.”



Maklumat Pelayanan SMP Negeri 2 Demak


SMP Negeri 2 Demak berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah beserta seluruh guru dan karyawan senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Maklumat pelayanan ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab sekolah dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat pelayanan yang belum sesuai dengan standar, SMP Negeri 2 Demak siap melakukan perbaikan secara terus-menerus demi meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat.
SMP Negeri 2 Demak, melayani dengan komitmen, berbenah untuk menjadi lebih baik.

Survei Kepuasan Pelayanan 2025/2026

SMP Negeri 2 Demak berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat. Survei ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan, menerima masukan, serta menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Kejujuran dan masukan Anda sangat berarti bagi kami. Bersama, kita wujudkan pelayanan SMP Negeri 2 Demak yang semakin baik, ramah, dan berkualitas. Berikut adalah hasilnya : 

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Demak

Yenny Christiana, S.Pd., M.Pd. adalah sosok guru Bahasa Indonesia yang memiliki semangat kuat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik. Bagi Bu Yenny, menjadi guru bukan sekadar menjalankan sebuah profesi, tetapi merupakan kesempatan untuk mendampingi anak-anak tumbuh, menemukan potensi dirinya, dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang berkarakter serta mampu menghadapi masa depan.

Perjalanan Bu Yenny sebagai seorang pendidik memiliki cerita yang penuh perjuangan. Sebelum mengajar di SMP Negeri 2 Demak, Bu Yenny mengabdikan diri di SMP Negeri 1 Karanganyar. Jarak yang cukup jauh dari rumah tidak menyurutkan semangatnya untuk menjalankan tugas sebagai seorang guru. Perjalanan tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses pengabdian dan pembentukan pengalaman Bu Yenny sebagai pendidik. 

Kini, Bu Yenny mendapatkan kesempatan untuk mengajar di SMP Negeri 2 Demak, sebuah sekolah yang telah memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu sekolah yang menjadi rujukan orang tua dalam menyekolahkan putra-putrinya. Bagi Bu Yenny, berada di lingkungan sekolah tersebut merupakan sebuah amanah sekaligus tantangan untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan. 

Tidak hanya aktif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, Bu Yenny juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Demak. Peran tersebut menjadi kesempatan baginya untuk berkolaborasi dengan guru-guru Bahasa Indonesia, berbagi pengalaman, mengembangkan kompetensi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Demak. 

Dedikasi dan komitmen Bu Yenny dalam dunia pendidikan juga mendapatkan apresiasi. Pada tahun 2026, beliau berhasil meraih Juara 3 Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Demak. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kemauan untuk terus belajar, dan semangat memberikan yang terbaik dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan. 


Motivasi Menjadi Guru 

Bagi Bu Yenny, menjadi guru adalah sebuah panggilan untuk terus belajar sekaligus membantu orang lain belajar. Guru bukan hanya seseorang yang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga sosok yang dapat memberikan inspirasi, membangun kepercayaan diri, dan menjadi bagian dari perjalanan peserta didik dalam meraih cita-cita.

Bu Yenny percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas guru adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi tersebut melalui pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang.


Harapan untuk Peserta Didik SMP Negeri 2 Demak 

Untuk seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Demak, Bu Yenny berharap agar mereka tidak hanya menjadi siswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri, santun, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk terus belajar. 

Bu Yenny ingin anak-anak SMP Negeri 2 Demak berani bermimpi dan tidak takut untuk mencoba. Kesalahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik.

“Teruslah belajar, berani bermimpi, dan jangan takut mencoba. Setiap kalian memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang hebat. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, santun, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.” 

Bagi beliau menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Demak adalah sebuah kebanggaan sekaligus amanah. Ia berharap dapat terus belajar bersama peserta didik, berbagi pengalaman, dan memberikan kontribusi terbaik untuk membawa SMP Negeri 2 Demak semakin maju dan terus menjadi sekolah yang dipercaya masyarakat. 

Karena bagi Bu Yenny, menjadi guru bukan tentang seberapa banyak materi yang telah disampaikan, tetapi tentang seberapa banyak inspirasi dan kebaikan yang dapat ditanamkan kepada peserta didik.

Dua Murid SMP Negeri 2 Demak Ikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur

Demak — Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 2 Demak. Dua murid terbaik, Kamelia Naura Anatira kelas 9I dan Dava Valerian S.P kelas 9E, dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti Jambore Nasional Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Keduanya telah berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026. Dalam keberangkatannya, Kamelia dan Dava bergabung bersama perwakilan peserta dari berbagai Kwartir Ranting se-Kabupaten Demak.

Keikutsertaan dalam Jambore Nasional menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kedua murid. Selain menjadi ajang untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas persahabatan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta belajar mengenal keberagaman budaya dan karakter peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Syaifin Lutfi A, S.Pd., selaku pembina di SMP Negeri 2 Demak, menyampaikan rasa bangga atas keikutsertaan kedua murid tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti Jambore Nasional merupakan pengalaman luar biasa yang diharapkan dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan murid.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kamelia dan Dava atas kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka untuk mewakili sekolah. Keikutsertaan tersebut dinilai menjadi sebuah kebanggaan karena kedua murid turut membawa nama baik SMP Negeri 2 Demak di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kamelia dan Dava. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, membangun persahabatan, dan menunjukkan karakter positif sebagai murid SMP Negeri 2 Demak. Kami berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, tanggung jawab, dan menjaga nama baik sekolah serta Kabupaten Demak,” harap Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si.

Lebih dari sekadar mengikuti kegiatan, Jambore Nasional diharapkan menjadi momentum bagi Kamelia dan Dava untuk membawa pulang pengalaman, inspirasi, dan nilai-nilai positif yang dapat dibagikan kepada teman-teman di sekolah.

Selamat mengikuti Jambore Nasional, Kamelia dan Dava!

Tunjukkan semangat, jaga nama baik, dan harumkan nama SMP Negeri 2 Demak.

Espero Berprestasi, Berkarakter, dan Menginspirasi.


Sabtu, 08 Agustus 2026

LATIHAN HADROH THULLABU SYAFA’AT PERSIAPAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Dalam rangka mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tim Hadroh Thullabu Syafa’at SMP Negeri 2 Demak melaksanakan latihan rebana secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan agar penampilan hadroh dalam peringatan Maulid Nabi dapat berlangsung dengan baik dan khidmat.

Latihan dilaksanakan di Ruang ODC SMP Negeri 2 Demak setiap hari setelah kegiatan pembelajaran selesai, mulai pukul 13.30 WIB. Meskipun dilaksanakan setelah jam sekolah, para anggota Tim Hadroh Thullabu Syafa’at tetap menunjukkan semangat dan antusiasme dalam mengikuti setiap sesi latihan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta berlatih berbagai komponen penampilan hadroh, mulai dari permainan rebana, kekompakan irama, vokal, hingga kesiapan penampilan secara keseluruhan. Latihan dibimbing oleh Pak Nafik, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), bersama Pak Febri, guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang juga memiliki pengalaman di bidang hadroh.

Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan terarah, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Para anggota tim semakin memahami peran masing-masing serta mampu membangun kekompakan dalam memainkan alat musik dan melantunkan syair-syair religi.

Kegiatan latihan ini tidak hanya menjadi persiapan penampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Nabi Muhammad SAW, memperkuat karakter religius, melatih kedisiplinan, serta membangun kerja sama dan kekompakan.

Semoga melalui latihan yang konsisten, Tim Hadroh Thullabu Syafa’at dapat memberikan penampilan terbaik dan turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 2 Demak dengan penuh semangat dan keberkahan.

ESPERO BORONG PRESTASI DALAM KEJURKAB CATUR PIALA BUPATI DEMAK 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMP Negeri 2 Demak dalam Kejurkab Catur Piala Bupati Demak 2026 – Catur Cepat Putra SMP/MTs, yang dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 7–8 Agustus 2026, bertempat di MAN Demak.

Kompetisi yang diikuti oleh 21 peserta dari berbagai SMP/MTs se-Kabupaten Demak tersebut berlangsung penuh konsentrasi dan semangat. Para peserta tampak serius menghadapi setiap babak pertandingan. Di balik papan catur, suasana kompetisi terasa begitu menegangkan. Setiap langkah bidak dipertimbangkan dengan cermat, sementara para pemain dituntut untuk berpikir cepat, tepat, dan tetap tenang hingga pertandingan berakhir.

SMP Negeri 2 Demak berhasil menunjukkan performa luar biasa dengan menempatkan beberapa peserta didiknya pada posisi terbaik. Athaillah Javas Nararya di Peringkat 2, dan Muhammad Azzam Dirgantara di Peringkat 3 serta Akil Nabil Rafasya di Peringkat 4.  Sementara itu, Dirga Sauqi Putra berhasil menempati Peringkat 15 dan Setiadhia Rayhan Himawan berada di Peringkat 16.

Hasil tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena tiga peserta didik SMP Negeri 2 Demak berhasil menguasai posisi tiga besar dalam kompetisi yang diikuti 21 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak.

Pendamping tim, Sugeng Suryanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas pencapaian anak-anak. Menurutnya, perjuangan, latihan, dan pendampingan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

“Alhamdulillah, hasil yang diperoleh anak-anak sangat membanggakan. Lelahnya terbayarkan dengan prestasi yang mereka raih,” ungkap Pak Sugeng.

Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., juga memberikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih peserta didik. Beliau menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti semangat, ketekunan, dan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga catur.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Demak untuk terus berlatih, berani berkompetisi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang belajar berpikir strategis, mengambil keputusan, menjaga konsentrasi, dan pantang menyerah.

Selamat kepada para juara. Terus melangkah, terus berprestasi, dan harumkan nama SMP Negeri 2 Demak!

Kamis, 06 Agustus 2026

Mengintai Geliat Pendidikan di Negeri Tirai Bambu

Guru SMP Negeri 2 Demak, Peserta Short Course di China, 2019.

Oleh : Sutopo, M.Pd.

“Carilah ilmu sampai ke negeri China” Hadis Rasulullah saw ini selalu memberikan rasa penasaran bagi saya. Apa sebenarnya yang bisa saya peroleh dengan belajar sampai ke negeri China. Hingga suatu siang di bulan Februari, telepon selular saya berdering dengan panggilan nomor area Jakarta. Ketika telah tersambung, ternyata suara wanita itu adalah salah satu staf di Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud. Beliau secara khusus mengabarkan bahwa saya adalah salah satu guru yang akan diberi kesempatan mengikuti short course di Provinsi Jiangsu China pada bulan Maret 2019.

Rasa hati diliputi rasa syukur mendengar kabar itu, mengingat beberapa waktu yang lalu telah dirilis nama-nama guru yang mendapat kesempatan short course di China, Belanda, dan Australia, tetapi nama saya tak tertera di situ. Saya pun menerima dengan penuh introspeksi karena saya hanyalah Juara III dalam Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Guru Dikdas Kemdikbud tahun 2018. Antara keinginan dan kenyataan memang tak selalu sama. Namun, ketika Allah swt membukakan jalan, kesempatan itu pun ada dalam genggaman.

Adiminstrasi kepergian ke luar negeri telah siap disertai bekal untuk tinggal selama 21 hari di daratan China pun telah tertata. Tanggal 27 Februari 2019 saya berangkat mengikuti kegiatan pembekalan (pre departure) di Jakarta. Hari Minggu tanggal 3 Maret 2019 pukul 20.00 saya beserta seluruh peserta sebanyak 50 orang telah tiba di Kampus CUMT (China University of Minning and Technology) yang terletak di Provinsi Jiangsu China. Kedatangan kami di China disambut musim dingin dengan rentang cuaca antara 8 – 10o C. Sungguh sensasi tersendiri bagi saya mengingat selama ini saya tinggal di kawasan pantura Jawa dengan suhu yang panas.

Melihat jadwal kegiatan yang padat selama 21 hari di kampus spesialis ilmu pertambangan itu, sempat terlintas rasa enggan di hati saya. Namun, setelah melihat semangat teman-teman yang memang jauh lebih muda usia dibandingkan saya, semangat itu pun hadir. Berjalan menuruni setiap lorong kampus yang berbukit dengan rasa lega saya lakukan tiap pagi. Naik turun bus kampus demi menerima materi dari narasumber di kampus lain pun dengan santai saya ikuti. Tinggal dua kendala yang sulit saya atasi, yaitu bahasa Mandarin dan kuliner China yang adaptasinya terlalu lambat bagi saya.

Hampir semua materi disampaikan oleh narasumber dengan bahasa China kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh tim translater. Meskipun saya sempat mendapat bekal pengantar bahasa China selama dua pertemuan, tetap saja susah bagi orang setua saya untuk menyerapnya kecuali pada salam-salam harian saja. Kuliner harian di dormitory, tempat saya dan teman-teman tinggal di kampus, disuguhkan dengan kekhasan bumbu China. Menu pagi, siang, dan malam yang hampir mirip rasa dan aromanya itu sempat mematikan selera makan saya. Telur rebus, bakpao, dan sup harus jadi santapan harian saya kecuali hari Sabtu dan Minggu. Akhir pekan tidak ada kegiatan di kampus. Pada hari itulah kami dapat menikmati kuliner Arab di kantin muslim bersama para mahasiswa di kampus.

Kunjungan ke sekolah mitra CUMT

Dua fokus utama yang harus saya serap dari pelatihan singkat tersebut adalah implementasi tentang HOTS (High Order Thinking Skills) dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics). Keduanya merupakan dua pendekatan pembelajaran yang sedang digalakkan di Indonesia menyongsong pembelajaran abad ke-21 dan revolusi industri 4.0. Beberapa sekolah di luar negeri termasuk di China sudah lama menerapkan kedua pendekatan tersebut dalam pembelajarannya.

Pendekatan STEAM untuk pembelajaran di sekolah-sekolah di Jiangsu lebih kental saya lihat mengingat beberapa perguruan tinggi vokasional menancapkan kukunya dalam-dalam di provinsi ini. Visi mereka tentang teknologi mampu menjadikan China cukup berdaulat di bidang industri. Mereka bersemboyan barang apa pun yang dibuat oleh negara lain harus mampu mereka imitasikan kemudian dikembangkan menjadi lebih baik dari negara lain. Visi ini harus didukung dengan sekolah vokasional yang eksis dan perguruan tinggi vokasional yang modern.

Saya dan tim yang berada di CUMT berkesempatan mengunjungi beberapa sekolah binaan kampus CUMT untuk menerima persentasi tentang seluk beluk sekolah dan mengobservasi lingkungan sekolah dengan berbagai fasilitas yang dimilikinya. Secara fisik keunggulan sekolah di China adalah luasan wilayah sekolah yang ideal. Dengan luas sekolah yang memadai itu membuat siswa memiliki dinamika fisik untuk membuat mereka sosok yang lincah, gesit, dan secara fisik sehat. Lapangan olahraga di sebuah sekolah setingkat SMA yang kami kunjungi bahkan mirip stadion atletik di Indonesia. Pembandingan ini bermaksud untuk meluaskan cara pikir kita yang kadang menempatkan sekolah sebagai bentuk ruang dan kelas yang bertumpuk tanpa memikirkan keberadaan lingkungan sebagai sarana literasi gerak yang penting.

Salah satu sekolah yang saya kunjungi, Peidong Experimental School of Jiangsu, memiliki empat prioritas yang menurut saya istimewa. Keempat prioritas tersebut adalah (1) kesehatan, (2) perilaku yang baik, (3) prestasi akademik, dan (4) wawasan yang luas. Program unggulan ini menempatkan prestasi akademik pada urutan capaian ketiga, dan menempatkan kesehatan dan perilaku baik sebagai prioritas pertama dan kedua. Jika dikaitkan dengan pengembangan karakter yang ada dalam pendidikan di Indonesia ini ternyata pantas direferensikan, yaitu menempatkan kesehatan dan perilaku baik di atas capaian akademik.

Dalam sebuah seminar di salah satu perguruan tinggi di Jiangshu, Mr. Yuan Jingyu, Ph.D. Deputy Director of Education Department of Jiangsu Provincial Government, mengungkapkan satu hal yang saya anggap sangat baru. Hal itu adalah yang dia sebut dengan pembelajaran yang membahagiakan. Selama ini saya baru mengenal enjoy full leraning, yaitu menjadikan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan yang membuat siswa senang dan tidak merasa terkekang. Dengan rasa senang siswa pasti berangkat ke sekolah dengan antusias dan jauh dari rasa malas. Apa yang diungkapkan oleh Doktor Jingyu tersebut lebih dari sekedar pembelajaran yang menyenangkan, tetapi membahagiakan.

Bahagia adalah idola siapa pun di dunia ini. Jika pembelajaran dapat diskenariokan menjadi kegiatan yang membahagiakan tentu setiap siswa akan mendambakan pendidikan. Di sekolah siswa akan merasa mendapatkan kebahagiaan bersama guru, teman sebaya, dan proses pembelajaran. Jika bahagia itu didefinisikan tercukupinya kebutuhan dan terpenuhinya rasa damai dan aman, sekolah semestinya mengupayakan setiap siswa dapat mendapatkannya di sekolah.

Selembar kertas yang bertuliskan Certificate di samping ini tak memiliki makna apa pun tanpa aksi nyata dalam rangka mencerdaskan bangsa. Berinovasi tanpa henti lebih baik daripada mengubur mimpi karena silau melihat yang lain sudah berlari. Membuat kita sejajar di samping mereka atau selangkah mendahulunya harus selalu menjadi tekad seluruh putera bangsa. Tumbuhkan rasa percaya diri untuk hari ini, esok hari, dan yakini bahwa Indonesia adalah pertiwi dengan jutaan potensi. Indonesia Jaya.

Terus Belajar, Berkarya, dan Berbagi

Namanya Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., tetapi bagi siswa-siswanya ia lebih akrab dipanggil Pak Eko. Menjadi guru bagi Pak Eko bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah perjalanan untuk terus belajar dan berkembang. Baginya, setiap siswa memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru harus mampu menyesuaikan diri dan menemukan cara terbaik agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna.

Prinsip yang selalu dipegangnya sederhana: guru harus terus belajar, karena dunia siswa terus berubah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pak Eko mulai mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, seperti bahan ajar berbasis multimedia, pembelajaran berbasis blog, dan game edukasi. Semua itu bukan sekadar untuk menggunakan teknologi, tetapi untuk membuat siswa lebih aktif, tertarik, dan mudah memahami pembelajaran.

Baginya, keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya ketika mendapatkan penghargaan, tetapi ketika melihat siswa yang awalnya pasif menjadi lebih berani, lebih tertarik, dan menikmati proses belajar. Perjalanan berkarya tersebut kemudian membawanya meraih berbagai prestasi. Di tingkat Kabupaten Demak, ia meraih:

  1. Juara I Guru Berprestasi
  2. Juara I Inovasi Pembelajaran 
  3. Juara II ASN Award
  4. Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Demak.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, ia meraih:

  1. Juara I Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Multimedia
  2. Juara I Pelopor Komunitas Belajar 
  3. Juara II Game Edukasi
  4. Narasumber Berbagi Praktik Baik BBGP
  5. Tim TNA BBGP Jawa Tengah
  6. Pengajar PKB BBGP Jawa Tengah.

Sementara di tingkat Nasional, ia meraih:

  1. Juara II Best Practice 
  2. Juara Harapan III Desain Bahan Ajar Berbasis Multimedia
  3. Finalis Inovasi Pembelajaran 
  4. Finalis Mobile Learning Ki Hajar
  5. Kontributor Konten BPMPK Kemendikbud.

Namun, bagi Pak Eko, prestasi bukanlah tujuan akhir. Yang paling berkesan justru ketika karya dan pengalaman yang dimilikinya bisa dibagikan dan memberikan manfaat bagi guru lain.

Ke depan, ia ingin terus belajar, berkarya, dan berbagi. Harapannya sederhana: menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan keberanian, rasa ingin tahu, dan keyakinan dalam diri siswa bahwa mereka mampu menjadi lebih baik.

Karena bagi Pak Eko, prestasi terbesar seorang guru bukan hanya ketika namanya tertulis di sebuah penghargaan, tetapi ketika jejaknya tetap hidup dalam diri murid-muridnya.



Rabu, 05 Agustus 2026

SMP NEGERI 2 DEMAK IKUTI LOMBA CERDAS CERMAT MUSEUM TAHUN 2026 DI MUSEUM RANGGAWARSITA

Semarang, 5 Agustus 2026 – Tiga peserta didik SMP Negeri 2 Demak turut ambil bagian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum Tahun 2026 yang diselenggarakan di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kota Semarang, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Keikutsertaan dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik melalui kegiatan kompetitif sekaligus memperluas wawasan mengenai sejarah, budaya, dan permuseuman. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter peserta didik agar semakin mengenal, menghargai, dan mencintai warisan budaya bangsa.

Dalam lomba tersebut, SMP Negeri 2 Demak mengirimkan tiga peserta didik sebagai wakil sekolah, yaitu Keisya Aulia Zahra (kelas 9I), Moh. Bagus Damar (kelas 8I), dan Dirga Sauqi Putra (kelas 9I).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian perlombaan cerdas cermat yang terdiri atas beberapa babak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Para peserta mengikuti setiap tahapan lomba dengan penuh semangat dan berusaha memberikan kemampuan terbaiknya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan dari dua orang guru pembimbing/pendamping yang memberikan arahan, motivasi, serta memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.

Lomba Cerdas Cermat Museum Tahun 2026 juga diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Museum Jawa Tengah Ranggawarsita bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan museum dan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap sejarah serta kebudayaan.

Meskipun pada kesempatan ini tim SMP Negeri 2 Demak belum berhasil meraih juara, keikutsertaan dalam lomba menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para peserta. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menguji pengetahuan, belajar berkompetisi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengenalkan generasi muda pada pentingnya menjaga, menghargai, dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Semoga pengalaman yang diperoleh dalam LCC Museum 2026 dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan kembali berprestasi pada kesempatan berikutnya.

Terima kasih dan apresiasi kepada Keisya, Bagus, dan Dirga atas semangat dan perjuangannya membawa nama SMP Negeri 2 Demak.

 

Belum juara hari ini bukan berarti gagal. Setiap pengalaman adalah langkah menuju prestasi berikutnya.

 

ESPERО TERUS BELAJAR, TERUS BERPRESTASI!

SMP NEGERI 2 DEMAK RAIH PRESTASI DI KEJURKAB SEPAK TAKRAW PELAJAR 2026

Demak, 5 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Demak. Dalam ajang Kejurkab Sepak Takraw Pelajar 2026 yang berlangsung pada Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026, di GOR Kalijaga, Demak, Tim Sepak Takraw Espero berhasil meraih dua prestasi sekaligus.

Tim Sepak Takraw Putri Espero yang diperkuat oleh Alfiani Hidayati (kelas 7), Aisya Sakhi A (kelas 7), Adiba Azka Z (kelas 7), Sabrina Aida Ats T (kelas 8), dan Wilda Afiqoh F (kelas 9) tampil penuh semangat dan berhasil meraih Juara 2.

Sementara itu, Tim Sepak Takraw Putra Espero yang terdiri atas Nasaruddin (kelas 8), Barra Julian P (kelas 9), Bima Pratama (kelas 9), Kaffa Wardana (kelas 9), dan M. Maulidan Akbar (kelas 9) juga menunjukkan perjuangan terbaiknya dan berhasil meraih Juara 3.

Perjuangan para atlet muda Espero dalam kompetisi tersebut tidak lepas dari dukungan dan pendampingan tim. Hadi S bertindak sebagai pelatih yang mempersiapkan dan membimbing para atlet, sedangkan Sugeng Suryanto, guru olahraga SMP Negeri 2 Demak, bertugas sebagai official sekaligus mendampingi tim selama mengikuti pertandingan.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Demak, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si. Beliau turut hadir secara langsung menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada para atlet Espero yang sedang berjuang membawa nama baik sekolah.

Kehadiran Kepala Sekolah menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang olahraga. Setelah pertandingan, Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si. juga memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para atlet atas perjuangan serta prestasi yang telah diraih.

Raihan Juara 2 tim putri dan Juara 3 tim putra menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMP Negeri 2 Demak mampu menunjukkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di sekolah terus memberikan hasil yang positif.

Lebih dari sekadar piala dan medali, keikutsertaan dalam Kejurkab Sepak Takraw Pelajar 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar tentang kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, pantang menyerah, dan keberanian untuk berkompetisi.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMP Negeri 2 Demak untuk terus mengembangkan potensi, berani bermimpi, dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

Selamat kepada Tim Sepak Takraw Putri atas raihan Juara 2 dan Tim Sepak Takraw Putra atas raihan Juara 3. Terima kasih kepada pelatih, official, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

 

Terus berlatih, terus berjuang, dan terus mengukir prestasi!

 

ESPERО HEBAT, ESPERO JUARA!


Selasa, 04 Agustus 2026

KEGIATAN SENAM PAGI, MAKAN BERSAMA, DAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH

Pagi hari Selasa, 4 Agustus 2026, SMP Negeri 2 Demak kembali melaksanakan kegiatan bersama yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.

Kegiatan dilaksanakan di lapangan sekolah dan diikuti oleh para siswa dengan didampingi oleh wali kelas masing-masing. Para wali kelas turut hadir dan mendampingi siswa, memastikan kegiatan berjalan tertib serta memberikan perhatian selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama. Dengan penuh semangat, para siswa mengikuti gerakan senam untuk mengawali aktivitas belajar dengan tubuh yang lebih bugar dan suasana hati yang positif.

Setelah senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Siswa menikmati makanan yang telah disiapkan sambil duduk bersama dalam suasana yang penuh keakraban. Momen sederhana ini menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan dan membiasakan siswa menikmati makanan dengan tertib serta memperhatikan pola hidup sehat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai arahan dan pendampingan dari pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung kesadaran siswa, khususnya remaja putri, terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan zat besi.

Para wali kelas tetap mendampingi dan menunggu siswa hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Kehadiran wali kelas tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan siswa.

Melalui kegiatan senam pagi, makan bersama, dan minum Tablet Tambah Darah, SMP Negeri 2 Demak terus berupaya membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, peduli, dan penuh kebersamaan.

Sehat tubuhnya, kuat semangatnya, nyaman belajarnya, dan siap meraih prestasi.

Senin, 03 Agustus 2026

Memperingati HUT SMP N 2 Demak ke-67

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-67 SMP Negeri 2 Demak, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pada 31 Juli sampai 1 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang sekolah sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar SMP Negeri 2 Demak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Komite Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Dengan penuh antusiasme, seluruh peserta mengikuti berbagai rangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Suasana kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan kebersamaan. Senyum dan keceriaan para siswa berpadu dengan semangat para guru serta dukungan Komite Sekolah, menciptakan suasana perayaan yang hangat dan berkesan.

Peringatan HUT ke-67 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan, menghargai perjuangan para pendahulu, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap almamater.

Selama 67 tahun, SMP Negeri 2 Demak telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan telah mengantarkan banyak generasi menuju masa depan. Setiap langkah, prestasi, dan kenangan yang tercipta menjadi bagian penting dari sejarah sekolah.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan HUT ke-67 SMP Negeri 2 Demak berlangsung sukses, meriah, dan penuh makna. Semoga semangat yang terbangun dalam peringatan ini menjadi energi untuk terus melangkah, berprestasi, dan memberikan yang terbaik bagi pendidikan.

67 Tahun SMP Negeri 2 Demak — Terus Berkarya, Terus Berprestasi, dan Terus Menginspirasi.

Karena setiap tahun yang berlalu bukan sekadar angka, tetapi merupakan jejak perjalanan, kumpulan kenangan, dan bukti pengabdian untuk mencerdaskan generasi bangsa.


MENARI 12 JAM? SIAPA TAKUT

Menari merupakan suatu aktivitas menggerakkan tubuh sesuai dengan irama. Menari dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Menari tidak serta-merta tentang gerakan yang indah, lentur, dan rapi. Setiap gerakan yang dilakukan dengan teratur dan sesuai dengan irama atau ketukan, dapat disebut dengan menari. Maka dari itu, setiap manusia yang masih bisa bergerak, pasti bisa menari.

Menari memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, membantu menjaga berat badan ideal, bahkan dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Secara mental, menari dapat mengurangi stress dan depresi, meningkatkan suasana hati, meningkatkan fungsi kognitif, dan membantu meningkatkan rasa percaya diri. Tidak sedikit orang yang menjadikan menari sebagai hobi.

Begitu juga dengan salah satu guru kesayangan kita. Wahidah Wahyu Martyastuti, atau sering dipanggil Bu Tyas yang merupakan seorang guru seni tari di SMP N 2 Demak. Berawal dari hobi saat masih di bangku sekolah dasar, lalu terpilih untuk tampil dari panggung ke panggung, mengikuti lomba hingga festival tari dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Hobinya semakin tertanam ketika melanjutkan kuliah di jurusan seni drama tari dan musik Unnes. Kemampuan menarikan berbagai jenis tarian semakin terasah, hingga mengikuti berbagai audisi dan lomba menari bertaraf nasional, seperti acara Indonesia Menari. Berbagai penghargaan sempat diraih, seperti penari individu terbaik Indonesia Menari 2017 Solo, Instruktur Indonesia Menari 2018 Solo, Juara 3 Festival Kesenian Pesisiran Demak, penari 12 jam nonstop Hari Tari Dunia 2025 (Demak Menari 12 Jam). 

Demak Menari 12 Jam merupakan suatu peringatan Hari Tari Dunia di Demak yang menampilkan pertunjukan tari selama 12 jam nonstop. Berbagai jenis tarian ditampilkan, termasuk tari kolosal yang menggambarkan sejarah Kasultanan Demak. Peringatan Hari Tari Dunia 2025 tidak hanya menampilkan penampilan menari dari berbagai sanggar dan sekolah di Demak saja, tetapi juga melibatkan 3 penari 12 jam nonstop, yaitu Rama, Tyas, dan Widya. Penari 12 jam nonstop mulai menari pada jam 07.00 sampai jam 19.00. Acara dibuka di Pendopo Sasanarengga dengan ditandai pengalungan bunga melati kepada ketiga penari 12 jam. Penari diarak dari Pendopo Sasanarengga menuju Pendopo Notobratan. Sesampainya di Pendopo Notobratan, penari 12 jam bebas melakukan gerak tari sampai jam 19.00. 

Tidak hanya menari bebas, tetapi setiap penari 12 jam juga diwajibkan untuk tampil dalam rangkaian acara menari 12 jam. Pada kesempatan pertama, Bu Tyas menari bersama Sanggar Bintoro dengan menarikan Tari Lenggang Nyai dari Betawi. Pada tarian kedua, Bu Tyas menari bersama anggota ekstrakulikuler tari SMP Negeri 2 Demak dengan menarikan tarian yang beliau ciptakan, yaitu Tari Rebana Pesisir. Pada kesempatan terakhir, Bu Tyas ikut serta dalam penampilan tari kolosal Sejarah Kasultanan Demak bersama para Seniman Demak. Selesainya durasi tarian selama 12 jam ditandai dengan dilepasnya kalung melati dari setiap penari 12 jam, dan diserahkannya plakat dan piagam penghargaan untuk setiap penari oleh perwakilan Sesepuh Kadilangu Demak.

Dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi dan edukasi dalam upaya meningkatkan rasa cinta tanah air, khususnya tarian tradisional di Indonesia. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus digelar dan diikuti oleh para generasi muda, khususnya siswa siswi SMP Negeri 2 Demak.


PRESTASI GEMILANG KHIAR

Khiar yang memiliki nama panjang Khiar Akmal Fahluna memiliki prestasi gemilang. Belum lama ini, karya ilmiah Khiar dan Haidar memenangkan kompetisi Internasional AISEEF (Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair) yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association). Kompetisi ini digelar secara offline dan online, tetapi mereka memilih secara online. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Korea Selatan, Amerika Serikat, China, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, Turki, dan lain-lain. Alhamdulillah, atas izin Allah penelitian yang berjudul “Utilization of the E-gamelan Application as an Effort to Preserve Karawitan Art”, mendapatkan medali perak untuk Social Science Category.

Anak kelas 9I ini lahir di Demak 14 tahun yang lalu, tepatnya 19 Agustus 2009. Ayahnya bernama Nurul Umam sedangkan ibunya Hermin Widya Cahyaningrum. Dia anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Ghina Azra Hannani, yang berkuliah di Universitas Diponegoro Semester 2. Khiar tinggal di Jalan Pemuda No. 43, Kelurahan Bintoro Demak. Untuk mengisi waktu luang Khiar biasa membaca komik seperti Si Juki, Detektif Conan, Naruto, dan lain-lain. Dia suka membaca komik karena menurutnya ceritanya seru dan menarik. Selain membaca komik, dia juga suka mendengarkan musik, karena musik bisa meningkatkan mood dan suasana hati. Cita-citanya ingin menjadi dokter, sebab saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, pernah mewakili sekolah untuk mengikuti lomba dokter kecil. Sejak saat itu Khiar tertarik untuk mempelajari bidang kedokteran.

Anak yang bercita-cita dokter ini bercerita jika di kelas VII mulai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), karena  ingin mencoba melakukan penelitian. Tentu nya ini merupakan hal baru baginya. Dia juga mengikuti kegiatan kepramukaan seperti Dianpinru dan Pramuka Garuda. Di kelas VIII Khiar pun melanjutkan mengikuti ekstra KIR dan juga ekstra OSN Matematika. Menurutnya dalam melakukan penelitian, dibutuhkan keseriusan dan semangat yang tinggi. Dia  dan teman satu tim, Haidar, mengikuti lomba OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) tingkat nasional. Mereka pun sempat berganti-ganti tema penelitian. Awalnya memilih bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan. Namun pada akhirnya memutuskan untuk mengambil bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Budaya. Mereka tertarik mengambil tema penelitian tentang pemanfaatan aplikasi E-gamelan berbasis android sebagai media pelestarian seni karawitan. Latar belakang memilih tema ini adalah karena saat ini jarang  ditemukan anak muda yang menyukai gamelan. Melalui aplikasi E-gamelan berbasis android diharapkan generasi muda memiliki ketertarikan untuk lebih mengenal seni karawitan. Untuk mendukung penelitian, mereka mencari banyak sumber referensi dan melakukan wawancara terhadap pakar. Khiar dan Haidar harus meninggalkan pelajaran beberapa waktu untuk mengerjakan penelitian. Namun juga harus mengejar pelajaran yang tertinggal. Dari sini Khiar belajar untuk bisa membagi waktu. Walaupun mereka berhasil lolos seleksi proposal, namun mereka gagal masuk sebagai finalis OPSI. Kecewa, sudah pasti. Khiar hanya berpikir mungkin ini belum rezeki dan berharap akan berhasil pada kesempatan lain. 

Akhirnya karya ilmiah mereka memenangkan kompetisi Internasional AISEEF (Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair) yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association). Kompetisi ini digelar secara offline dan online, tetapi kami memilih secara online. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Korea Selatan, Amerika Serikat, China, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, Turki, dan lain-lain.  penelitian kami yang berjudul “Utilization of the E-gamelan Application as an Effort to Preserve Karawitan Art”, mendapatkan medali perak untuk Social Science Category.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari beberapa pihak yang mendukung secara penuh kegiatan yang mereka jalani yaitu Bapak Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., selaku Kepala SMP Negeri 2 Demak ; Bapak Dr. Eka Purjiyanta S.Pd., M.Pd.,  selaku guru pembimbing; Bapak Eko Sudinuryanto S.Pd., Selaku Pembimbing Bahasa Inggris; Bapak Karsidi, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing OPSI; Guru SMP Negeri 2 Demak yang telah memberikan motivasi; Orang tua yang telah memberikan izin; Teman-teman SMP Negeri 2 Demak yang telah memberikan motivasi dan semangat.

 Pesan Khiar kepada rekan-rekan di Espero tetap semangat untuk meraih prestasi dan cita-cita, serta selalu menjaga nama baik Espero. Tidak ada yang tidak mungkin, jika mau berusaha. Harapan Khiar untuk Espero adalah semoga kedepan semakin banyak menghasilkan siswa siswi yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, dan dapat memunculkan peneliti-peneliti muda. Semoga cerita ini bisa menginspirasi kalian. Tetaplah berprestasi di bidang kalian masing-masing.

Do your best at every opportunity that you have and be your best version 

GEMILANG PRESTASI ANANDA HAIDAR

Rizqy Haidar Yudha Maheswara atau yang akrab disapa Haidar. Lahir di Semarang, 20 Oktober 2009. Memiliki seorang ayah yang bernama Bapak Haris Wahyudi Ridwan Ap.M.Si.,yang beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak. Sedangkan Ibundanya dr. Endang Dwi Hapsari. Haidar merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dengan kakak yang bernama Rizqy Bahtiar Hapsara Putra yang sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung. Sedangkan adiknya bernama Sekar Ayu Rizqy Amalia yang masih mengenyam bangku pendidikan kelas 5 SD Negeri Bintoro 5 Demak. Saat ini ia dan keluarganya bertempat tinggal di Jalan Teuku Umar V, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Jawa Tengah.

Bermula dari hobi meneliti yang menurutnya asik dan menyenangkan selain itu dapat menambah ilmu khazanah minimal untuk dirinya sendiri. Dikala senggang ia memanfaatkan waktunya untuk sejenak bermain game yaitu PUBG dan Mobile Legend. Lawan mainku tentunya teman baikku sendiri yang bernama Khiar yang sekaligus rekan penelitianku. 

Pada saat kelas VII, Ia mulai mengenal dan mengikuti ekstrakulikuler KIR atau Karya Ilmiah Remaja yang dibimbing langsung oleh Bapak Dr. Eka Purjiyanta, M.Pd. Tentu hal inilah yang menjadi babak baru dimulainya tantangan dalam hidupnya . Saat kelas VII Ia mulai mengikuti ekstrakulikuler tersebut dengan perasaan bimbang karena belum menemukan ide untuk penelitian yang akan ia lakukan. Ide-ide yang dia miliki terlalu liar untuk dijadikan bahan pertimbangan penelitiannya. Dengan contoh, Kotak Amal Ceria, Pemanfaatan mimosa pudica L sebagai bahan pengawet kosmetik dan lain sebagainya. Mulailah pada saat mengnjak kelas VIII, ia mulai mendapatkan pencerahan yaitu dengan menemukan suatu ide gagasan yang sangat cemerlang yaitu membuat penelitian pengembangan atau yang biasa disebut dengan RND Research and Development, “Pemanfaatan Aplikasi E-gamelan Berbasis Android sebagai Media Peles Seni Karawitan. Salah satu alasan ia memilih dengan yakin topik tersebut ialah berlatar belakang pada masalah saat  sekarang ini, anak-anak remaja generasi milenial kurang tertarik terhadap seni karawitan. Jika hal ini dibiarkan, seni karawitan lama-kelamaan akan punah dan dilupakan. Aplikasi e-Gamelan dapat digunakan sebagai media melestarikan seni karawitan. E-Gamelan merupakan suatu aplikasi berbasis android yang berisi alat-alat gamelan yang dapat dimainkan. 

Awal mulanya ia merasa yakin bahwa akan memenangkan OPSI OPSI atau olimpiade penelitian siswa Indonesia dengan rekan satu timnya yaitu Khiar Akmal Fahluna. Berhasil melewati babak seleksi proposal menuju babak selanjutnya. Seleksi proposal diadakan pada bulan Agustus. Sehingga mereka masih memiliki cukup banyak waktu untuk mempersiapkan bahan penelitian yang akan mereka ajukan. Namun takdir berkata lain, guru pembimbing mereka yaitu Bapak Dr. Eka Purjiyanta M.Pd yang mengalami retak pada kaki dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Mereka hampir putus semangat namun teringat pesan yang guru mereka berikan yaitu “SEMANGAT PAGI!!,” hari boleh siang namun semangat harus tetap pagi!

Penelitian mereka berempat bersama dengan team Chielo dan Ramdhan, selesai tepat waktu. Namun, lagi-lagi Takdir yang telah ditetapkan berbeda 180° dari yang mereka perkirakan pada saat pengumuman, Team dari SMP Negeri 2 Demak tidak ada yang masuk ke dalam daftar Finalis OPSI sama sekali. Hati dan batin mereka berempat tentu sangatlah hancur berkeping-keping bak usaha yang mereka lakukan sama sekali tidak berguna. Mereka kembali mencoba bangkit dan menyingkir dari penelitian sejenak. Setelah rehat beberapa saat, hati Haidar tergerak kembali untuk mengikuti kompetisi lain dengan taraf yang lebih tinggi yaitu tingkat internasional untuk memperoleh pengalaman baru. Bermodalkan nekat dan skill berbahasa Inggris yang ia miliki, mereka mencoba mengikuti kejuaraan AISEEF atau Asean Innovative Science Enterprenuer and Environmental Fair yang diselenggarakan oleh IYSA atau Indonesian Young Scientist Association. Kompetisi ini digelar secara offline dan online, tetapi mereka memilih secara online. Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai negara antara lain Indonesia, Korea Selatan, Amerika Serikat, China, Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, Turki, dan negara negara lainnya yang tentunya tidak dapat ia sebutkan satu persatu. Ia bersama Khiar pun sempat berbeda pendapat, tentang mendaftarkan diri sebagai peserta kompetisi AISEEF. Namun kompetisi kali ini berbuah manis bak madu yang diberi gula aren. Karya mereka yang yang berjudul “Utilization of the E-gamelan Application as an Effort to Preserve Karawitan Art” mendapatkan medali perak untuk Social Science Category dalam ajang kompetisi internasional.

Tentunya keberhasilan tersebut tidak terlepas dari beberapa pihak yang mendukung secara penuh kegiatan yang mereka jalani yaitu Bapak Drs. Gunawan Subiyantoro, M.Si., selaku Kepala SMP Negeri 2 Demak ; Bapak Dr. Eka Purjiyanta S.Pd., M.Pd.,  selaku guru pembimbing; Bapak Eko Sudinuryanto S.Pd., Selaku Pembimbing Bahasa Inggris; Bapak Karsidi, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing OPSI; Guru SMP Negeri 2 Demak yang telah memberikan motivasi; Orang tua yang telah memberikan izin; Teman-teman SMP Negeri 2 Demak yang telah memberikan motivasi dan semangat

Haidar berpesan kepada rekan seperjuangannya bahwa Terkadang perjalanan kita akan diuji oleh badai yang tak terduga, tetapi ingatlah, di setiap badai ada pelajaran yang berharga. Kita berjuang bersama, kita bertahan bersama, dan kita akan meraih kemenangan bersama. Tetaplah kuat dan percaya pada kemampuan kita, karena di balik setiap tantangan ada kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.” Tetap ilmu PADI abangkuhh (Profesional, Akuntabel, Disiplin, Integritas).

Harapannya untuk Espero tentunya agar kedepan semakin banyak mencetak siswa-siswi yang berprestasi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional. Ia juga berharap Espero dapat menjadi wadah bagi para peneliti muda untuk berkembang dan menciptakan inovasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat secara luas. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, Espero akan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.


belajar DEMOKRASI MELALUI PEMILIHAN KETUA OSIS 2023

Demak, Selasa 21 November 2023 SMP Negeri 2 Demak mengadakan kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Kegiatan ini bertujuan agar siswa belajar demokrasi dengan membiasakan hidup secara demokratis. Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Budaya demokrasi dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan di sekolah salah satunya melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS. 

Kegiatan belajar berdemokrasi di SMP Negeri 2 Demak yaitu dengan menggelar pemilihan ketua OSIS masa bakti 2024-2025 dengan sistem pemilihan umum (Pemilu). Kegiatan yang digelar di lapangan sekolah ini bertujuan memberikan pendidikan demokrasi dan pengetahuan sejak dini tentang tata cara pemilu bagi para siswa. Beberapa properti KPU seperti bilik suara dan kotak suara dipinjam pada proses pemilu ketua OSIS tersebut. Calon ketua OSIS juga sebelum hari pemilihan menempelkan pamflet.  Pamflet itu berisi foto kandidat beserta visi misi. Pamflet itu ditempel di depan kelas. Hal ini juga melatih kreativitas mereka.

Ada empat kandidat ketua OSIS tahun ini bernama Yulan Adinda Amelia nomor urut 1 kelas VIII I, Fauzo Adamovich Agustian dengan nomor urut 2 kelas VIII I, Aira Rahmadhani  kelas VIII J dengan nomor urut 3 dan Favian Nabiih kelas VIII D dengan nomor urut 4. Kegiatan itu diawali dengan masing-masing kandidat melakukan orasi seperti pada calon pemilihan pada umumnya.                              

 Mereka berorasi disaksikan oleh siswa beserta warga sekolah. Orasi tersebut berisi visi misi dan tujuan menjadi ketua OSIS di SMP Negeri 2 Demak masa bakti 2021-2025. Orasi dilaksanakan di lapangan sekolah. Meski dilaksanakan di lapangan, siswa terlihat antusias melihat orasi calon kandidat ketua OSIS.

Proses pemilihan umum di mulai pukul 10.00 sampai dengan 14.00 wib di Hall SMP Negeri 2 Demak. Dimulai dari presensi, mengambil surat suara, memilih calon kandidat ketua OSIS dengan hati nurani kemudian memasukkan surat suara ke kotak suara. Tidak lupa diakhiri dengan memasukkan jari ke tinta sebagai bukti bahwa sudah memilih. Tahap terakhir dari pemilu di SMP N 2 Demak  ini adalah penghitungan suara. Dalam perhitungan suara ini juga disaksikan beberapa siswa.

Perhitungan suara dari daftar pemilih sebanyak 700 siswa, guru, staf maupun warga sekolah lainnya. Diperoleh hasil kandidat dengan nomor urut satu unggul dengan 393 suara, nomor urut dua mendapat 133 suara,  nomor urut tiga mendapat 66 suara dan nomor urut 4 dengan 288 suara. Terdapat 3 golput dan 12 suara tidak sah.

Berdasarkan data tersebut Yulan Adinda Amelia terpilih menjadi ketua OSIS, Favian Nabiih menjadi wakil ketua OSIS, Fauzo Adamovich Agustian  menjadi bendahara I, dan Aira Rahmadhani menjadi sekretaris I pada kepengurusan  OSIS masa jabatan 2024-2025. Melalui kegiatan pemilos ini diharapkan menjadi media edukasi siswa untuk memilih dengan hati nurani, tidak golput, dan mencoblos surat suara dengan benar.