Demak adalah salah satu daerah yang cukup terkenal di Indonesia. Demak dilalui jalan negara (pantura) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi. Kota ini begitu berkenal dengan sejarah Islam yang berkembang dengan pesat, yang dikenal dengan nama Kota Wali.
Demak adalah kesultanan atau kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden Patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembilan orang ulama besar, pendakwah Islam paling awal di pulau Jawa. Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut Islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden Patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar sultan Syah Alam Akbar. Begitulah sekilas sejarah Kota Demak yang terkenal dengan Kota Wali.
Pada tahun ini adalah ulang tahun Demak yang ke-516, sebuah
usia yang sangat tua. Masyarakat sangat bergembira menyambut hari jadi Demak.
Mereka mempersiapkan beberapa acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah
Kabupaten Demak. Kegiatan-kegiatan dalam menyambut ulang tahun Demak banyak
sekali. Kegiatan tersebut dimulai dari Gebyar Literasi, Pagelaran Wayang Kulit,
Ziarah, Kirab Budaya, dll.
SMP Negeri 2 Demak sebagai sekolah yang berada di pusat kota
dan sebagai sekolah yang aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah
Kabupaten Demak, mengikuti salah satu kegiatan ulang tahun tersebut. Kegiatan
yang diikuti adalah Kirab Budaya. Setiap tahun SMP Negeri 2 Demak mengikuti
kegiatan tersebut, karena sekolah ini mempunyai tim kreatif yang cukup handal.
Setiap tahunnya selalu ada ide-ide yang muncul untuk menampilkan dalam acara
kirab budaya. Begitu juga dengan para siswa, mereka sangat antusias dalam
mengikuti kegiatan Kirab Budaya.
Pada tahun ini SMP 2 Demak menampilkan Tari Bhayangkara. Tari ini terdiri dari
beberapa siswa yang berjumlah 43 orang. Masing-masing berperan sebagai penari
berjumlah 23 orang, pengrawit 14 orang, dan 6 orang sebagai pendorong kereta.
Tari Bhayangkara ini dipersembahkan oleh tim kirab Budaya SMP Negeri 2 Demak
merupakan gambaran “Bregodo Jemparing” atau regu pemanah yang sedang menempa
kemahiran berolah jemparing atau panah. Tari Bhayangkara memvisualisasikan
kesamaptaan para pemuda pemudi sebagai pilar penyangga keutuhan NKRI. Gerakan
tari Bhayangkara menggambarkan kekuatan, kecermatan, dan kegesitan prajurit
pemanah untuk menghalau setiap pengganggu ketenteraman negara. Melalui generasi
muda yang memiliki kesetiaan dan kecintaan pada negera ini diharapkan
memunculkan kekuatan untuk menopang tegaknya NKRI.
Dalam persembahan Tari Bhayangkara, tim kirab budaya SMP
Negeri 2 Demak tetap konsisten sebagai sekolah konservasi budaya, selain
sebagai sekolah adiwiyata dan sekolah rujukan nasional. Melalui persembahan
tari Bhayangkara ini, SMP Negeri 2 Demak ingin menyampaikan Dirgahayu Kabupaten
Demak yang sedang merayakan hari jadi ke-516. Semoga kedepan Demak tetap eksis
sebagai daerah penyangga tegaknya NKRI dengan rakyatnya yang semakin sejahtera,
religius, dan damai. Inilah wujud peran serta SMP Negeri 2 Demak untuk “Guyub
Rukun Mbangun Demak”.






0 komentar:
Posting Komentar