Senin, 03 Agustus 2026

KIRAB BUDAYA HUT DEMAK KE-516

Demak adalah salah satu daerah yang cukup terkenal di Indonesia. Demak dilalui jalan negara (pantura) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi. Kota ini begitu berkenal dengan sejarah Islam yang berkembang dengan pesat, yang dikenal dengan nama Kota Wali.

Demak adalah kesultanan atau kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan  oleh  raden  Patah  (1478-1518)  pada  tahun  1478,  Raden  Patah  adalah  bangsawan  kerajaan  Majapahit  yang  menjabat  sebagai  adipati  kadipaten  Bintara  Demak.   Pamor   kesultanan   ini   didapatkan   dari   Walisanga,   yang   terdiri   atas   sembilan    orang  ulama  besar,  pendakwah  Islam  paling  awal  di  pulau  Jawa.  Atas bantuan  daerah-daerah  lain  yang  sudah  lebih  dahulu  menganut  Islam  seperti  Jepara,   Tuban   dan   Gresik,   Raden   Patah   sebagai   adipati   Islam   di   Demak   memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam   kondisi   yang   sangat   lemah.   Dengan   proklamasi   itu,   Radeh   Patah   menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar sultan Syah Alam Akbar. Begitulah sekilas sejarah Kota Demak yang terkenal dengan Kota Wali.

Pada tahun ini adalah ulang tahun Demak yang ke-516, sebuah usia yang sangat tua. Masyarakat sangat bergembira menyambut hari jadi Demak. Mereka mempersiapkan beberapa acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak. Kegiatan-kegiatan dalam menyambut ulang tahun Demak banyak sekali. Kegiatan tersebut dimulai dari Gebyar Literasi, Pagelaran Wayang Kulit, Ziarah, Kirab Budaya, dll.

SMP Negeri 2 Demak sebagai sekolah yang berada di pusat kota dan sebagai sekolah yang aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Demak, mengikuti salah satu kegiatan ulang tahun tersebut. Kegiatan yang diikuti adalah Kirab Budaya. Setiap tahun SMP Negeri 2 Demak mengikuti kegiatan tersebut, karena sekolah ini mempunyai tim kreatif yang cukup handal. Setiap tahunnya selalu ada ide-ide yang muncul untuk menampilkan dalam acara kirab budaya. Begitu juga dengan para siswa, mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Kirab Budaya.

Pada tahun ini SMP 2 Demak menampilkan  Tari Bhayangkara. Tari ini terdiri dari beberapa siswa yang berjumlah 43 orang. Masing-masing berperan sebagai penari berjumlah 23 orang, pengrawit 14 orang, dan 6 orang sebagai pendorong kereta. Tari Bhayangkara ini dipersembahkan oleh tim kirab Budaya SMP Negeri 2 Demak merupakan gambaran “Bregodo Jemparing” atau regu pemanah yang sedang menempa kemahiran berolah jemparing atau panah. Tari Bhayangkara memvisualisasikan kesamaptaan para pemuda pemudi sebagai pilar penyangga keutuhan NKRI. Gerakan tari Bhayangkara menggambarkan kekuatan, kecermatan, dan kegesitan prajurit pemanah untuk menghalau setiap pengganggu ketenteraman negara. Melalui generasi muda yang memiliki kesetiaan dan kecintaan pada negera ini diharapkan memunculkan kekuatan untuk menopang tegaknya NKRI.

Dalam persembahan Tari Bhayangkara, tim kirab budaya SMP Negeri 2 Demak tetap konsisten sebagai sekolah konservasi budaya, selain sebagai sekolah adiwiyata dan sekolah rujukan nasional. Melalui persembahan tari Bhayangkara ini, SMP Negeri 2 Demak ingin menyampaikan Dirgahayu Kabupaten Demak yang sedang merayakan hari jadi ke-516. Semoga kedepan Demak tetap eksis sebagai daerah penyangga tegaknya NKRI dengan rakyatnya yang semakin sejahtera, religius, dan damai. Inilah wujud peran serta SMP Negeri 2 Demak untuk “Guyub Rukun Mbangun Demak”.

               

                 

 

0 komentar:

Posting Komentar