Minggu, 02 Agustus 2026

PERJALANAN SANG JUARA 1 TINGKAT NASIONAL LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN GURU SMP TAHUN 2017

Lomba inovasi pembelajaran adalah salah satu agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dinanti banyak guru di Indonesia. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran di kelas.

Lomba Inovasi Pembelajaran bagi guru SMP tahun 2017 diawali dengan pengiriman naskah karya ilmiah hasil pembelajaran inovatif yang pengirimannya ditutup oleh panitia lomba tingkat nasional pada tanggal 31 Mei 2017. Lomba ini diikuti oleh guru-guru SMP semua mata pelajaran seluruh Indonesia. Lomba inovasi pembelajaran ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu kelompok MIPA dengan peserta guru-guru Matematika dan IPA, kelompok IPSPB dengan peserta guru-guru IPS, PPKn, Bahasa Indonesia, Bahas Inggris, dan Bahasa Jawa, serta kelompok SORAK dengan peserta guru-guru Seni Budaya, Olah Raga dan Kesehatan, Prakarya, dan Bimbingan Konseling.

Naskah-naskah yang sudah masuk ke meja panitia lomba di Jakarta diseleksi melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, kemudian tahap berikutnya adalah uji similaritas dan sitasi dengan menggunakan software “Turnitin”. Uji similaritas ini dilakukan untuk mengetahui tingkat plagiasi para guru terhadap bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam karya ilmiah yang telah dibuat. Di samping itu juga dilakukan uji sitasi yang digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara  referensi yang ditulis dalam daftar pustaka dengan rujukan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Berdasarkan pedoman penulisan karya ilmiah, semua yang dirujuk dalam karya ilmiah harus ditulis di dalam daftar pustaka, dan sebaliknya semua yang tertulis dalam daftar pustaka harus digunakan rujukan dalam karya ilmiah.

Berdasarkan hasil uji similaritas dan sitasi, ada 4 guru SMP Negeri 2 Demak yang lolos seleksi naskah dan administrasi. Guru-guru tersebut adalah Bapak Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., Ibu Khusnul Khotimah, S. Pd., dan Bapak Eko Sudinuryanto, S. Pd. Selanjutnya keempat guru tersebut diundang ke Yogyakarta oleh panitia lomba tingkat nasional untuk mengikuti workshop perlombaan inovasi pembelajaran selama 4 hari pada bulan Juli 2017. Pemilik naskah lomba yang diundang untuk mengikuti workshop adalah, naskah yang memiliki nilai similaritas maksimum 40%, dan yeng memiliki nilai sitasi minimal 75%. Dalam workshop tersebut semua peserta diberi kesempatan untuk melakukan revisi naskah lomba yang telah dikirim jika diperlukan. Naskah-naskah yang sudah direvisi selanjutnya dikirim kembali kepada panitia lomba di Jakarta secara online. Pengiriman naskah revisi paling lambat adalah tanggal 23 Juli 2017 pukul 23.59 WIB.

Penilaian similaritas dan sitasi terhadap naskah yang telah direvisi dilakukan kembali oleh panitia, untuk menentukan peserta yang menjadi finalis lomba Inobel tahun 2017 dari masing-masing bidang. Naskah-naskah yang lolos sebagai finalis harus memiliki kriteria dengan similaritas di bawah 20%, dan nilai sitasi di atas 80%. Dari 4 (empat) guru SMP Negeri 2 Demak yang ikut workshop, ada 3 (tiga) guru yang lolos sebagai finalis yaitu Bapak Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Bapak Eko Sudinuryanto, S. Pd.  Ketiga guru tersebut diundang ke Kuta, Bali untuk mengikuti final lomba Inobel tahun 2017 pada tanggal 4-8 September 2017.

Dalam artikel ini Tim Redaksi Esperomag berhasil mewawancarai Pak Eka Purjiyanta, M.Pd. Beliau bercerita tentang pengalamannya selama proses penilaian sehingga berhasil meraih juara1 tingkat nasional.

Kegiatan lomba diawali dengan kegiatan chek in para peserta lomba pada tanggal 4 September 2017 pukul 13.00-15.30 WITA. Kegiatan selanjutnya adalah pembukaan acara lomba yang dipandu oleh panitia. Acara lomba inovasi pembelajaran 2017 ini dibuka oleh Bapak Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayan. Kegiatan setelah pembukaan adalah pengarahan panitia lomba terkait dengan prosedur lomba dan aturan main dalam lomba yang akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 September 2017. Lomba inovasi pembelajaran tahun 2017 dimulai pukul 08.00 WITA, dan diawali dengan pameran hasil karya di tempat/stand masing-masing peserta. Panitia menyediakan tempat 1 meja panjang dan 2 kursi untuk 2 peserta. Hal ini berarti setiap peserta lomba mendapat jatah tempat setengah meja dan 1 kursi. Jika diukur luasnya sekitar 2 meter persegi (2 m2). Tempat tersebut digunakan untuk memajang media pembelajaran yang dibawa oleh masing-masing peserta, leaflet, kartu nama, dan atribut-atribut lainnya, termasuk X banner. 

Wawancara berupa Tanya jawab antara juri dan peserta berakhir pada pukul 12.30 WITA. Selanjutnya peserta diberi kesempatan istirahat untuk sholat, dan makan siang selama 60 menit. Selanjutnya peserta masuk kembali pukul 13.30 untuk melakukan presentasi hasil karya inovasi yang telah dibuatnya. Peserta yang maju berdasarkan nomor undian yang diambilkan oleh peserta yang telah melakukan presentasi.

Pak Eka mendapatkan giliran presentasi pada hari kedua, pada pukul 20.15 WITA. Beliau melakukan presentasi dengan membawa alat peraga/media pembelajaran yang telah dibuat di depan juri. Di samping melakukan presentasi melalui power point yang telah disiapkan, Pak Eka juga menjelaskan prinsip kerja alat peraga secara langsung sehingga pesan yang diterima oleh dewan juri lebih lengkap, tidak hanya secara lisan melalui power point, tetapi juga langsung menyentuh alatnya. Berdasarkan pengamatan Pak Eka, hanya ada 2 peserta dari 34 orang finalis bidang MIPA (Matematika dan IPA)  yang mempresentasikan hasil karyanya dengan membawa alat peraganya langsung ke depan juri.  

Alat peraga inovatif yang Pak Eka presentasikan di depan dewan juri berjudul: “Alat Resonansi Kolom Udara Berbasis Smartphone.” Alat resonansi kolom udara pada umumnya berdiri pada statif yang terbuat dari besi, dengan tabung resonansi terbuat dari kaca pirex. Sumber bunyi yang digunakan pada umumnya adalah garpu tala. Garpu tala sebagai sumber bunyi memiliki banyak kelemahan, di antaranya; amplitudo bunyi semakin lemah dan akhirnya hilang, variasi sumber bunyi hanya sedikit (6 jenis sumber bunyi dengan frekuensi berbeda), dan hanya dapat digunakan untuk menyelidiki resonansi kolom udara maksimum pada resonansi ke-3. Sedangkan alat resonansi inovatif yang Pak Eka buat memiliki banyak kelebihan. Ada 11 (sebelas ) inovasi yang penulis buat pada alat resonansi kolom udara inovatif antara lain; tabung kolom udara dibuat dari lampu neon bekas, statif diganti dengan kayu sehingga lebih kokoh, menggunakan sumber bunyi digital yang dapat diputar selama 5 menit bahkan lebih dengan kuat bunyi (amplitudo stabil), mengisi air ke dalam tabung resonansi dengan praktis karena menggunakan pompa air, alat resonansi dilengkapi dengan kran sehingga aliran air stabil, dan bentuk gelombang bunyi sebelum dan sesudah resonansi terjadi dapat dilihat.

Kegiatan pameran dan presentasi semua peserta lomba Inovasi Pembelajaran 2017 telah selesai dilakukan. Lomba Inobel bagi guru SMP tingkat nasional yang dilaksanakan di Hotel Mercure Kuta, Provinsi Bali. Kegiatan presentasi berakhir pada hari Rabu, tanggal 6 September 2017 pukul 20.00 WITA. Keesokan paginya, tepatnya hari Kamis tanggal 7 September 2017 kegiatannya adalah seminar motivasi dengan judul “Guru Profesional” yang dipandu oleh nara sumber Prof. Dr. Abdurrahman Ginting, M. Si., yang merupakan salah satu juri Inobel 2017 di bidang MIPA. Inti dari isi seminar tersebut antara lain; guru harus melakukan pekerjaannya secara professional berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, selalu berupaya memperbaiki pembelajarannya, melakukan inovasi-inovasi terhadap alat peraga jika ada keterbatasan alat peraga/media pembelajaran yang ada di sekolahnya. Seminar berakhir pada pukul 10.00 WITA. Acara selanjunya adalah pengumuman hasil lomba yang dipandu oleh panitia.

Pada pengumuman hasil lomba Inobel disampaikan juara 1, 2, dan juara 3 pada masing-masing bidang baik jenjang SD, maupun SMP. Bidang-bidang lomba tersebut antara lain; bidang MIPA (untuk pelajaran Matematika dan IPA), bidang IPSPB (untuk pelajaran IPS, PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa), serta bidang SORAK (untuk pelajaran Seni Budaya, Olah Raga dan Kesehatan, Prakarya, dan Bimbingan Konseling). Berdasarkan pengumuman yang dibacakan oleh panitia, penulis menjapadkann Juara 1 Tingkat Nasional dalam lomba Inovasi Pembelajaran untuk Bidang MIPA. Juara 2 diraih oleh Nur Rahmi, S. Pd., dari Jawa Timur, dan Juara 3 diraih oleh Sri Hartono guru dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Sementara itu, peserta lain dari satu sekolah (SMP Negeri 2 Demak) yaitu Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Eko Sudinuryanto, S. Pd., yang juga ikut lomba Inobel 2017 dari bidang IPSPB belum berhasil membawa kejuaraan. In Syaa Allah pada kesempatan tahun depan dapat ikut lagi dan semoga dapat membawa kejuaraan yang sama.

Hari terakhir kegiatan lomba Inobel tahun 2017 adalah penyelesaian administrasi peserta yang dipandu oleh panitia. Semua peserta lomba menandatangani bukti penerimaan transport dan sertifkat yang diberikan oleh panitia kepada peserta lomba.  Peserta lomba diberi waktu waktu chek out hingga pukul 12.00 WITA. Pak Eka dan peserta lomba Inobel 2017 melakukan check out dari Hotel Mercure Kuta Bali pada pukul 11.00 WITA. Para Finalis dari SMP Negeri 2 Demak (Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Eko Sudinuryanto, S. Pd., dari SMP Negeri 2 Demak) menuju ke Bandara Ngurah Rai, Bali.

Pada kesempatan ini Pak Eka berharap, semoga tahun 2018 yang akan datang lebih banyak lagi guru-guru SMP di Kabupaten Demak yang mau mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran ini, sehingga kualitas pembelajaran dan pendidikan tingkat SMP khususnya, dan semua sekolah pada umumnya dapat meningkat secara signifikan.


0 komentar:

Posting Komentar