Jangan takut melangkah, setiap perjalanan dimulai dari satu langkah.

Tidak semua perjalanan berjalan mudah. Namun, setiap kesulitan yang kita lalui sedang membentuk diri menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap untuk meraih keberhasilan.

Terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi lebih baik.

Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Hari ini berjuang, esok menuai hasil.

Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang mampu terus berjalan meskipun berkali-kali menghadapi kegagalan.

Jangan menyerah, proses tidak pernah mengkhianati usaha.

Apa yang kita lakukan hari ini mungkin belum terlihat hasilnya. Namun, percayalah, setiap ilmu yang dipelajari, setiap usaha yang dilakukan, dan setiap kebaikan yang diberikan sedang membangun masa depan yang lebih baik.

Mimpi besar dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Sebuah perubahan besar sering kali lahir dari langkah sederhana yang dilakukan dengan konsisten.

Senin, 03 Agustus 2026

E-Learning SMP Negeri 2 Demak Sebagai Solusi Belajar Saat Pandemi Covid 19

Teknologi berkembang dengan begitu cepatnya dan tatanan dunia berubah di segala lini kehidupan. Perkembangan ini harus disikapi dengan hal-hal yang positif agar apa yang diharapkan dengan perkembangan teknologi tersebut bisa tercapai. Perkembangan teknologi itu juga berimbas pada sistem kehidupan yang menyangkut segala aspek kehidupan masyarakat. Salah satu aspek kehidupan tersebut adalah terciptanya sebuah situasi atau kondisi pendidikan di sekolah. Banyak sekolah yang sudah mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan.

SMP Negeri 2 Demak adalah salah satu pioneer dari kegiatan berbasis teknologi informasi. Sekolah ini selalu mengaitkan kegiatan-kegiatan berbasis teknologi sejak didaulat sebagai Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI). Program yang dilaksanakan oleh pemerintah dimulai pada tahun 2007. Pemerintah membuat sebuah kebijakan yang isinya tentang bagaimana meningkatkan prestasi sekolah dengan membuat terobosan, yaitu memilih sekolah-sekolah untuk dijadikan contoh dalam proses pembelajaran dan pengajaran.

Dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) kini juga telah dirasakan oleh dunia pendidikan. Hal ini telah diakui oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Kamis (5/3), bahwa wabah virus corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan. Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Sehari sebelumnya, 13 negara termasuk China, Italia, dan Jepang telah menutup sekolah-sekolah di seluruh negeri dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus tersebut. Itu mempengaruhi hampir 290 juta siswa. Sebagian besar siswa berasal dari China. Di seluruh negeri, termasuk wilayah administrasi khusus Hong Kong dan Makau, lebih dari 233 juta siswa tidak sekolah karena virus. Itu diikuti oleh Jepang, yang memiliki hampir 16,5 juta siswa yang dipindahkan.

Guru-guru SMP Negeri 2 Demak tidak merasa kaget atau keberatan ketika pemerintah mengambil kebijakan agar sekolah-sekolah di Indonesia mengadakan pembelajaran berbasis internet. Berkah dari apa yang sudah di lakukan selama kurang lebih 13 tahun oleh guru-guru di SMP Negeri 2 Demak dalam melakukan pembelajaran berbasis internet, telah dirasakan saat ini. Dengan piawai para guru memberikan materi pelajaran dan evaluasinya yang dimuat dalam masing-masing blog guru.

Pak Sudar adalah admin dari sistem akademik di SMP Negeri 2 Demak. Beliau adalah guru Fisika namun punya keahlian di bidang IT yang sangat baik. Beliau mendesain E-Learning guna memudahkan proses pembelajaran yang ada di sekolah ini. Dengan keahliannya tersebut para guru sangat terbantu dalam menjalankan proses pembelajaran sehari-hari.

Pihak sekolah sangat berharap dengan adanya perubahan-perubahan yang harus dilakukan untuk pembenahan lebih berarti di bidang pembelajaran abad 21, khususnya untuk menyikapi pandemic yang sedang melanda dunia saat ini, yaitu adanya virus Corona atau Covid-19. Sekolah berharap adanya sebuah sistem yang nantinya akan mengatur segala kegiatan sekolah yang terakses dengan internet. Hal ini akan sangat memudahkan bagi semua warga sekolah, baik itu siswa, guru, dan karyawan sekolah. Tidak berhenti sampai di sini, masyarakat pun akan merasakan kemudahan dalam mengakses informasi dari sekolah dengan mudah. Informasi ini bisa diakses oleh masyarakat dari rumah mereka.

Dengan adanya internet yang diintegrasikan dengan sistem akademik sekolah membuat guru-guru bisa menggunakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang sudah mereka kuasai. Guru bisa mengunggah dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran dengan menggunakan sistem informasi akademik ini.

Guru-guru di SMP 2 Demak juga sangat antusias menggunakan portal pendidikan ini. Mereka dimudahkan untuk membuat sebuah proses pembelajaran yang kekinian. Membuat materi, soal, dan video, merupakan kegiatan mereka untuk menunjang pembelajaran jarak jauh. Siswapun juga sangat antusias ketika diajak untuk melakukan kegiatan tersebut.

Website E-Learning sangat bermanfaat sebagai media alternatif penyedia informasi, sehingga mempermudah masyarakat dan warga sekolah dalam pencarian data mengenai proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Demak. Dalam Sistem Informasi Akademik SMP Negeri 2 Demak berbasis Web terbagi menjadi beberapa Menu yaitu Beranda, Akademik, Ulangan Online, Kelulusan, Kontrol Pembelajaran, UKM, dan SR 03. Di dalam menu kadang masih bisa ditemukan sebuah link/ tautan untuk menuju ke laman yang lain.

Dari tampilan website SMP Negeri 2 Demak menunjukkan bahwa sistem informasi akademik berjalan dengan baik. Berikut ini penulis akan ulas secara singkat tentang tampilan dari laman website tersebut.

a. Laman Home

Pada laman ini berisi tentang beberapa informasi yang baru saja diposting oleh admin. Selain itu pada laman ini juga terdapat beberapa informasi yang penting dan harus sering dilihat oleh pengunjung. Di laman paling depan ini juga berisi tentang beberapa informasi yang berkaitan dengan alumni, pengunjung dan beberapa informasi yang lain. 

b.Laman Akademik

Pada laman akademik ini berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Informasi tentang jadwal, pembagian kelas, info wali kelas, perangkat akademik, dan masih banyak lagi posting tentang kegiatan yang menjadi pijakan guru dan siswa dalam menjalankan kegiatan di sekolah atau di rumah.

 c. Laman Blog Guru

Pada laman blog guru ini berisikan tentang tulisan-tulisan guru yang berkaitan dengan pembelajaran. Guru bisa membuat bahan ajar yang berupa materi dan evaluasi ke siswa yang dikirimkan secara online.

Penggunaan blog guru ini sangat efektif ketika pemerintah menginstruksikan kepada para guru untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Kegiatan pembelajaran model seperti ini untuk mengatasi atau mengurangi dan memutus mata rantai dari Covid 19 yang sedang melanda Indonesia. Para guru diajarkan secara singkat bagaimana cara untuk membuat dan mengunggah materi atau evaluasi yang akan dibagi kepada siswa-siswa yang mereka ajar.

 d. Laman Ulangan Online

Laman ini sedikit berbeda dengan laman blog guru. Kalau di laman blog guru, isinya tentang tugas yang harus dikerjakan secara mandiri atau berkelompok. Sedangkan pada laman Ulangan Online ini, peserta didik diberikan sebuah link aplikasi yang isinya soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Soal bisa dikerjakan online dan offline serta hasil dari pengerjaan tersebut yang berupa nilai bisa diketahui secara langsung. Pada laman ini juga digunakan oleh siswa saat sekolah mengadakan kegiatan Ujian Sekolah secara online.

 e. Laman Kelulusan

Pada laman ini berisi tentang informasi kelulusan siswa kelas 9. Siswa yang bisa mengakses laman ini hanya siswa kelas 9 dan wali kelasnya karena laman ini hanya berisi tentang informasi kelulusan. Setiap siswa diberikan username dan password untuk mengakses laman tersebut.

f.Kontrol Pembelajaran

Pada laman ini bermaksud untuk mengetahui kegiatan pembelajaran secara langsung. Kepala Sekolah bisa mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas secara cepat. Misalnya : guru yang tidak masuk, penugasan di kelas, kejadian di kelas dan beberapa catatan penting yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas. Ini diisi oleh ketua kelas atau wakil ketua kelas.

g. UKM (Uji Kompetensi Mandiri)

UKM adalah singkatan dari Uji Kompetensi Mandiri. Ini adalah produk guru-guru SMP Negeri 2 Demak yang berisi tentang paket soal yang bisa dikerjakan oleh siswa secara mandiri di rumah. Paket soal-soal ini nanti bisa dikerjakan siswa dan mereka bisa mengetahui nilai secara langsung. Dengan demikian siswa bisa mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam memahami materi yang diajarkan.

h. SR 3 (Sub Rayon 3)

Laman ini adalah laman yang disediakan oleh admin SMP Negeri 2 Demak ketika ada kegiatan try out Ujian Nasional yang diadakan bersama sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sub Rayon 3. Laman ini digunakan untuk mengumpulkan data atau nilai hasil dari Try Out Ujian Nasional siswa.

Kebijakan selanjutnya yang dikeluarkan pemerintah adalah meniadakan Ujian Nasional namun sekolah tetap mengadakan Ujian Sekolah dengan cara online. Mengerjakan secara online terpaksa dilakukan karena kebijakan belajar di rumah masih berlangsung. Sekolah membuat kebijakan Ujian Sekolah sebagai acuan untuk kelulusan siswa. Keberadaan portal pendidikan seperti ini yang sangat membantu proses Ujian tersebut. Para guru membuat soal, kemudian oleh bidang akademik (Pak Sudar) mendesain soal-soal tersebut agar bisa dikerjakan di rumah secara online.             

Dari paparan di atas tentang website atau sistem akademik yang ada di SMP Negeri 2 Demak dapat dikatakan bahwa betapa pentingnya sebuah portal pendidikan bagi sebuah sekolah. Guru dan siswa bisa melakukan sebuah proses pembelajaran dengan baik dan bisa mengimplementasikan pembelajaran Abad 21 dan sebagai solusi untuk memberikan pembelajaran di tengah-tengah pandemic Covid 19 ini.

KIRAB BUDAYA HUT DEMAK KE-516

Demak adalah salah satu daerah yang cukup terkenal di Indonesia. Demak dilalui jalan negara (pantura) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi. Kota ini begitu berkenal dengan sejarah Islam yang berkembang dengan pesat, yang dikenal dengan nama Kota Wali.

Demak adalah kesultanan atau kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan  oleh  raden  Patah  (1478-1518)  pada  tahun  1478,  Raden  Patah  adalah  bangsawan  kerajaan  Majapahit  yang  menjabat  sebagai  adipati  kadipaten  Bintara  Demak.   Pamor   kesultanan   ini   didapatkan   dari   Walisanga,   yang   terdiri   atas   sembilan    orang  ulama  besar,  pendakwah  Islam  paling  awal  di  pulau  Jawa.  Atas bantuan  daerah-daerah  lain  yang  sudah  lebih  dahulu  menganut  Islam  seperti  Jepara,   Tuban   dan   Gresik,   Raden   Patah   sebagai   adipati   Islam   di   Demak   memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam   kondisi   yang   sangat   lemah.   Dengan   proklamasi   itu,   Radeh   Patah   menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar sultan Syah Alam Akbar. Begitulah sekilas sejarah Kota Demak yang terkenal dengan Kota Wali.

Pada tahun ini adalah ulang tahun Demak yang ke-516, sebuah usia yang sangat tua. Masyarakat sangat bergembira menyambut hari jadi Demak. Mereka mempersiapkan beberapa acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak. Kegiatan-kegiatan dalam menyambut ulang tahun Demak banyak sekali. Kegiatan tersebut dimulai dari Gebyar Literasi, Pagelaran Wayang Kulit, Ziarah, Kirab Budaya, dll.

SMP Negeri 2 Demak sebagai sekolah yang berada di pusat kota dan sebagai sekolah yang aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Demak, mengikuti salah satu kegiatan ulang tahun tersebut. Kegiatan yang diikuti adalah Kirab Budaya. Setiap tahun SMP Negeri 2 Demak mengikuti kegiatan tersebut, karena sekolah ini mempunyai tim kreatif yang cukup handal. Setiap tahunnya selalu ada ide-ide yang muncul untuk menampilkan dalam acara kirab budaya. Begitu juga dengan para siswa, mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Kirab Budaya.

Pada tahun ini SMP 2 Demak menampilkan  Tari Bhayangkara. Tari ini terdiri dari beberapa siswa yang berjumlah 43 orang. Masing-masing berperan sebagai penari berjumlah 23 orang, pengrawit 14 orang, dan 6 orang sebagai pendorong kereta. Tari Bhayangkara ini dipersembahkan oleh tim kirab Budaya SMP Negeri 2 Demak merupakan gambaran “Bregodo Jemparing” atau regu pemanah yang sedang menempa kemahiran berolah jemparing atau panah. Tari Bhayangkara memvisualisasikan kesamaptaan para pemuda pemudi sebagai pilar penyangga keutuhan NKRI. Gerakan tari Bhayangkara menggambarkan kekuatan, kecermatan, dan kegesitan prajurit pemanah untuk menghalau setiap pengganggu ketenteraman negara. Melalui generasi muda yang memiliki kesetiaan dan kecintaan pada negera ini diharapkan memunculkan kekuatan untuk menopang tegaknya NKRI.

Dalam persembahan Tari Bhayangkara, tim kirab budaya SMP Negeri 2 Demak tetap konsisten sebagai sekolah konservasi budaya, selain sebagai sekolah adiwiyata dan sekolah rujukan nasional. Melalui persembahan tari Bhayangkara ini, SMP Negeri 2 Demak ingin menyampaikan Dirgahayu Kabupaten Demak yang sedang merayakan hari jadi ke-516. Semoga kedepan Demak tetap eksis sebagai daerah penyangga tegaknya NKRI dengan rakyatnya yang semakin sejahtera, religius, dan damai. Inilah wujud peran serta SMP Negeri 2 Demak untuk “Guyub Rukun Mbangun Demak”.

               

                 

 

JUARA 1 LCC TINGKAT KABUPATEN DEMAK TAHUN 2019

Satu lagi prestasi diraih oleh siswa-siswa SMP Negeri 2 Demak. Prestasi ini adalah Lomba Cerdas Cermat Tingkat Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Demak. Lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten ini diikuti oleh siswa-siswa SMP di Kabupaten Demak.

Kegiatan semacam ini selalu ditunggu oleh segenap institusi pendidikan, dalam hal ini adalah sekolah (SMP). Di dalam event ini, sekolah bisa menunjukkan dan mencoba kemampuan siswa-siswanya dalam menghadapi kegiatan semacam ini. Pentingnya persiapan juga harus diperhatikan oleh setiap peserta.

Pada kesempatan ini, SMP Negeri 2 Demak ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 2 (dua) tim sekaligus. Ada 6 (enam) siswa yang dikirim untuk mengikuti kegiatan ini. Ada 4 (empat) siswa yang tergabung dalam tim ini berasal dari kelas 9, dan 2 siswa lagi berasal dari kelas 8 (delapan). Pada kegiatan ini, siswa-siswa mencoba memberikan yang terbaik. Meskipun dengan padatnya jadwal kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi mereka bertekad untuk mengikutinya. Lomba ini mungkin menjadi lomba dengan persiapan yang singkat, karena pada minggu-minggu ini siswa-siswa disibukkan dengan kegiatan keseharian mereka sebagai siswa yaitu ulangan harian dan Try Out, mengingat minggu depan sudah PTS (Penilaian Tengah Semester).

Meskipun bisa dikatakan dengan persiapan yang minimum, para siswa berangkat dari sekolah dengan penuh semangat dan dengan rasa percaya diri. Mereka dilepas oleh Bapak Kepala Sekolah. Pak Tris memberikan dorongan semangat kepada para peserta lomba untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada sekolah. SMP Negeri 2 Demak mengirimkan 2 (dua) tim yang terdiri dari Tim 1 (Faza, Faras, dan Friska) dan Tim 2 (Fahnes, Aufil, dan Mutia). Mereka merebut juara 1 dan 2 di ajang lomba tersebut.

Bapak Abdul Hayyi selaku Waka Bagian Kesiswaan mengatakan bahwa anak-anak sudah mempersiapkan lomba ini dengan semaksimal mungkin. Mereka siap menghadapi segala soal atau pertanyaan yang diberikan oleh para dewan juri. Salah satu guru atau wali kelas yang ikut mendampingi siswa-siswa adalah Bu Mey Nurhajati, beliau dengan setia menemani dan memberikan support kepada kedua tim. Bu Mey membenarkan apa yang telah dikatakan Pak Hayyi, anak-anak sangat semangat dalam menghadapai lomba tersebut.

Semoga prestasi ini bisa berimbas pada hasil Ujian Nasional SMP Negeri 2 Demak. Selain itu prestasi mereka ini, mudah-mudahan bisa memberikan motivasi kepada para siswa lainnya sehingga prestasi SMP 2 Demak semaik baik.

Apresiasi Kepada Juara

Hari ini cuaca sangat cerah dan matahari bersinar seakan menyapa semua mahluk di bumi ini. Ini adalah sebuah awal dari hari yang baik bagi kami, warga SMP Negeri 2 Demak untuk memulai kegiatan sekolah. Semua warga sekolah baik peserta didik dan guru serta karyawan menyambut hari ini dengan gembira dengan melakukan aktifitas yang menjadi rutinitas mereka.

Pada hari ini, Senin tanggal 30 Oktober 2017 pihak sekolah mengadakan upacara bendera yang selalu diadakan pada setiap hari Senin. Pagi ini yang bertugas sebagai pembina upacara adalah Bapak Karsidi, beliau adalah Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana. Dalam upacara tersebut beliau menyampaikan kepada peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, merawat sarana sekolah. Tanpa perawatan dan tanpa rasa memiliki, mustahil sarana sekolah akan terjaga dengan baik. Pada setiap kegiatan upacara, setiap pembina sering mengingatkan kepada semua warga sekolah khususnya peserta didik untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan sekolah dan sarana yang menunjang kegiatan sekolah.

Pada kesempatan ini pula, pihak sekolah memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada peserta didik yang menjadi juara dan membawa nama baik sekolah (SMP Negeri 2 Demak) di tingkat Kabupaten dan Nasional. Penghargaan kejuaraan yang telah diikuti peserta didik dan disebutkan dalam upacara pagi ini adalah lomba cepat tepat kepramukaan dan LPSN tingkat Nasional. Peserta didik yang yang diberi apresiasi adalah:

1. M. Labib Niam dan Nabil Muzaki (Juara 2 LPSN Tingkat Nasional Tahun 2016)

2. Aslam Thariq dan Faiq Nabil (Juara 3 LPSN Tingkat Nasional Tahun 2017)

3. M. Farras dkk          (Juara 2 Lomba Cepat Tepat Kepramukaan 2017)

Pemberian hadiah ini disampaikan dihadapan para peserta didik yang hadir dalam upacara hari Senin tersebut. Pada kegiatan tersebut peserta didik mendapatkan sebuah pesan moral untuk selalu berprestasi dalam bidang apapun, baik akademik dan non akademik. Pada saat itu pemberian apresiasi dari pihak sekolah diwakili oleh Bapak Sutopo, selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Informasi dan Komunikasi. Penghargaan yang diberikan kepada para juara adalah bentuk apresiasi kepada para juara yang telah membawa nama baik sekolah di tingkat kabupaten dan nasional. Penghargaan tersebut berupa uang pembinaan dan piagam. Beliau berpesan kepada peserta didik khususnya para juara untuk selalu meningkatkan prestasinya, sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.  

Semoga kegiatan ini bisa memberikan motivasi yang sangat berarti untuk meningkatkan prestasi peserta didik di SMP Negeri 2 Demak. Harapan dari sekolah tak lain adalah semakin banyaknya prestasi yang dibawa peserta didik untuk mengharumkan nama besar SMP Negeri 2 Demak yang sekarang didaulat sebagai sekolah rujukan nasional.  


SILATURAHMI ANTAR BANGSA

SMP Negeri 2 Demak luar biasa, karena berhasil mengadakan kegiatan berkelas internasional. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 28-29 Nopember 2016 adalah bentuk kerjasama 2 sekolah dari 2 negara yang berbeda yaitu Indonesia dan Malaysia. Kegiatan yang berhlangsung selama 2 hari ini sangat berarti untuk kedua belah pihak. Masing-masing sekolah dari kedua negara tersebut menunjukkan kesenian masing-masing. Sekolah yang berkunjung ke SMP 2 Demak adalah Sekolah Seni Malaysia Kuala Lumpur. Sekolah ini didirikan untuk mempelajari kesenian atau lebih tepatnya disebut Sekolah Seni. 

Pada hari pertama yaitu pada tanggal 28 Nopember 2016, para peserta didik dari Malaysia yang berjumlah 30 (tiga puluh) dan guru sebanyak 7 (tujuh) tiba di SMP Negeri 2 Demak. Peserta didik dari SMP 2 Demak sangat antusias juga menanti para peserta didik dari negara yang terkenal dengan film kartun Upin dan Ipin ini. Acara pembukaan kegiatan dilaksanakan di Aula SMP Negeri 2 Demak. Ruangan Aula tersebut didesain sedemikian rupa, sehingga semua degiatan dari pembukaan, lomba seni dan penutupan diadakan di ruang Aula tersebut. 

Minggu, 02 Agustus 2026

PERJALANAN SANG JUARA 1 TINGKAT NASIONAL LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN GURU SMP TAHUN 2017

Lomba inovasi pembelajaran adalah salah satu agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dinanti banyak guru di Indonesia. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran di kelas.

Lomba Inovasi Pembelajaran bagi guru SMP tahun 2017 diawali dengan pengiriman naskah karya ilmiah hasil pembelajaran inovatif yang pengirimannya ditutup oleh panitia lomba tingkat nasional pada tanggal 31 Mei 2017. Lomba ini diikuti oleh guru-guru SMP semua mata pelajaran seluruh Indonesia. Lomba inovasi pembelajaran ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu kelompok MIPA dengan peserta guru-guru Matematika dan IPA, kelompok IPSPB dengan peserta guru-guru IPS, PPKn, Bahasa Indonesia, Bahas Inggris, dan Bahasa Jawa, serta kelompok SORAK dengan peserta guru-guru Seni Budaya, Olah Raga dan Kesehatan, Prakarya, dan Bimbingan Konseling.

Naskah-naskah yang sudah masuk ke meja panitia lomba di Jakarta diseleksi melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, kemudian tahap berikutnya adalah uji similaritas dan sitasi dengan menggunakan software “Turnitin”. Uji similaritas ini dilakukan untuk mengetahui tingkat plagiasi para guru terhadap bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam karya ilmiah yang telah dibuat. Di samping itu juga dilakukan uji sitasi yang digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara  referensi yang ditulis dalam daftar pustaka dengan rujukan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Berdasarkan pedoman penulisan karya ilmiah, semua yang dirujuk dalam karya ilmiah harus ditulis di dalam daftar pustaka, dan sebaliknya semua yang tertulis dalam daftar pustaka harus digunakan rujukan dalam karya ilmiah.

Berdasarkan hasil uji similaritas dan sitasi, ada 4 guru SMP Negeri 2 Demak yang lolos seleksi naskah dan administrasi. Guru-guru tersebut adalah Bapak Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., Ibu Khusnul Khotimah, S. Pd., dan Bapak Eko Sudinuryanto, S. Pd. Selanjutnya keempat guru tersebut diundang ke Yogyakarta oleh panitia lomba tingkat nasional untuk mengikuti workshop perlombaan inovasi pembelajaran selama 4 hari pada bulan Juli 2017. Pemilik naskah lomba yang diundang untuk mengikuti workshop adalah, naskah yang memiliki nilai similaritas maksimum 40%, dan yeng memiliki nilai sitasi minimal 75%. Dalam workshop tersebut semua peserta diberi kesempatan untuk melakukan revisi naskah lomba yang telah dikirim jika diperlukan. Naskah-naskah yang sudah direvisi selanjutnya dikirim kembali kepada panitia lomba di Jakarta secara online. Pengiriman naskah revisi paling lambat adalah tanggal 23 Juli 2017 pukul 23.59 WIB.

Penilaian similaritas dan sitasi terhadap naskah yang telah direvisi dilakukan kembali oleh panitia, untuk menentukan peserta yang menjadi finalis lomba Inobel tahun 2017 dari masing-masing bidang. Naskah-naskah yang lolos sebagai finalis harus memiliki kriteria dengan similaritas di bawah 20%, dan nilai sitasi di atas 80%. Dari 4 (empat) guru SMP Negeri 2 Demak yang ikut workshop, ada 3 (tiga) guru yang lolos sebagai finalis yaitu Bapak Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Bapak Eko Sudinuryanto, S. Pd.  Ketiga guru tersebut diundang ke Kuta, Bali untuk mengikuti final lomba Inobel tahun 2017 pada tanggal 4-8 September 2017.

Dalam artikel ini Tim Redaksi Esperomag berhasil mewawancarai Pak Eka Purjiyanta, M.Pd. Beliau bercerita tentang pengalamannya selama proses penilaian sehingga berhasil meraih juara1 tingkat nasional.

Kegiatan lomba diawali dengan kegiatan chek in para peserta lomba pada tanggal 4 September 2017 pukul 13.00-15.30 WITA. Kegiatan selanjutnya adalah pembukaan acara lomba yang dipandu oleh panitia. Acara lomba inovasi pembelajaran 2017 ini dibuka oleh Bapak Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayan. Kegiatan setelah pembukaan adalah pengarahan panitia lomba terkait dengan prosedur lomba dan aturan main dalam lomba yang akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 September 2017. Lomba inovasi pembelajaran tahun 2017 dimulai pukul 08.00 WITA, dan diawali dengan pameran hasil karya di tempat/stand masing-masing peserta. Panitia menyediakan tempat 1 meja panjang dan 2 kursi untuk 2 peserta. Hal ini berarti setiap peserta lomba mendapat jatah tempat setengah meja dan 1 kursi. Jika diukur luasnya sekitar 2 meter persegi (2 m2). Tempat tersebut digunakan untuk memajang media pembelajaran yang dibawa oleh masing-masing peserta, leaflet, kartu nama, dan atribut-atribut lainnya, termasuk X banner. 

Wawancara berupa Tanya jawab antara juri dan peserta berakhir pada pukul 12.30 WITA. Selanjutnya peserta diberi kesempatan istirahat untuk sholat, dan makan siang selama 60 menit. Selanjutnya peserta masuk kembali pukul 13.30 untuk melakukan presentasi hasil karya inovasi yang telah dibuatnya. Peserta yang maju berdasarkan nomor undian yang diambilkan oleh peserta yang telah melakukan presentasi.

Pak Eka mendapatkan giliran presentasi pada hari kedua, pada pukul 20.15 WITA. Beliau melakukan presentasi dengan membawa alat peraga/media pembelajaran yang telah dibuat di depan juri. Di samping melakukan presentasi melalui power point yang telah disiapkan, Pak Eka juga menjelaskan prinsip kerja alat peraga secara langsung sehingga pesan yang diterima oleh dewan juri lebih lengkap, tidak hanya secara lisan melalui power point, tetapi juga langsung menyentuh alatnya. Berdasarkan pengamatan Pak Eka, hanya ada 2 peserta dari 34 orang finalis bidang MIPA (Matematika dan IPA)  yang mempresentasikan hasil karyanya dengan membawa alat peraganya langsung ke depan juri.  

Alat peraga inovatif yang Pak Eka presentasikan di depan dewan juri berjudul: “Alat Resonansi Kolom Udara Berbasis Smartphone.” Alat resonansi kolom udara pada umumnya berdiri pada statif yang terbuat dari besi, dengan tabung resonansi terbuat dari kaca pirex. Sumber bunyi yang digunakan pada umumnya adalah garpu tala. Garpu tala sebagai sumber bunyi memiliki banyak kelemahan, di antaranya; amplitudo bunyi semakin lemah dan akhirnya hilang, variasi sumber bunyi hanya sedikit (6 jenis sumber bunyi dengan frekuensi berbeda), dan hanya dapat digunakan untuk menyelidiki resonansi kolom udara maksimum pada resonansi ke-3. Sedangkan alat resonansi inovatif yang Pak Eka buat memiliki banyak kelebihan. Ada 11 (sebelas ) inovasi yang penulis buat pada alat resonansi kolom udara inovatif antara lain; tabung kolom udara dibuat dari lampu neon bekas, statif diganti dengan kayu sehingga lebih kokoh, menggunakan sumber bunyi digital yang dapat diputar selama 5 menit bahkan lebih dengan kuat bunyi (amplitudo stabil), mengisi air ke dalam tabung resonansi dengan praktis karena menggunakan pompa air, alat resonansi dilengkapi dengan kran sehingga aliran air stabil, dan bentuk gelombang bunyi sebelum dan sesudah resonansi terjadi dapat dilihat.

Kegiatan pameran dan presentasi semua peserta lomba Inovasi Pembelajaran 2017 telah selesai dilakukan. Lomba Inobel bagi guru SMP tingkat nasional yang dilaksanakan di Hotel Mercure Kuta, Provinsi Bali. Kegiatan presentasi berakhir pada hari Rabu, tanggal 6 September 2017 pukul 20.00 WITA. Keesokan paginya, tepatnya hari Kamis tanggal 7 September 2017 kegiatannya adalah seminar motivasi dengan judul “Guru Profesional” yang dipandu oleh nara sumber Prof. Dr. Abdurrahman Ginting, M. Si., yang merupakan salah satu juri Inobel 2017 di bidang MIPA. Inti dari isi seminar tersebut antara lain; guru harus melakukan pekerjaannya secara professional berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, selalu berupaya memperbaiki pembelajarannya, melakukan inovasi-inovasi terhadap alat peraga jika ada keterbatasan alat peraga/media pembelajaran yang ada di sekolahnya. Seminar berakhir pada pukul 10.00 WITA. Acara selanjunya adalah pengumuman hasil lomba yang dipandu oleh panitia.

Pada pengumuman hasil lomba Inobel disampaikan juara 1, 2, dan juara 3 pada masing-masing bidang baik jenjang SD, maupun SMP. Bidang-bidang lomba tersebut antara lain; bidang MIPA (untuk pelajaran Matematika dan IPA), bidang IPSPB (untuk pelajaran IPS, PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa), serta bidang SORAK (untuk pelajaran Seni Budaya, Olah Raga dan Kesehatan, Prakarya, dan Bimbingan Konseling). Berdasarkan pengumuman yang dibacakan oleh panitia, penulis menjapadkann Juara 1 Tingkat Nasional dalam lomba Inovasi Pembelajaran untuk Bidang MIPA. Juara 2 diraih oleh Nur Rahmi, S. Pd., dari Jawa Timur, dan Juara 3 diraih oleh Sri Hartono guru dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Sementara itu, peserta lain dari satu sekolah (SMP Negeri 2 Demak) yaitu Bapak Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Eko Sudinuryanto, S. Pd., yang juga ikut lomba Inobel 2017 dari bidang IPSPB belum berhasil membawa kejuaraan. In Syaa Allah pada kesempatan tahun depan dapat ikut lagi dan semoga dapat membawa kejuaraan yang sama.

Hari terakhir kegiatan lomba Inobel tahun 2017 adalah penyelesaian administrasi peserta yang dipandu oleh panitia. Semua peserta lomba menandatangani bukti penerimaan transport dan sertifkat yang diberikan oleh panitia kepada peserta lomba.  Peserta lomba diberi waktu waktu chek out hingga pukul 12.00 WITA. Pak Eka dan peserta lomba Inobel 2017 melakukan check out dari Hotel Mercure Kuta Bali pada pukul 11.00 WITA. Para Finalis dari SMP Negeri 2 Demak (Eka Purjiyanta, S. Pd., M. Pd., Junaidi Abdillah, S. Pd., M. Pd., dan Eko Sudinuryanto, S. Pd., dari SMP Negeri 2 Demak) menuju ke Bandara Ngurah Rai, Bali.

Pada kesempatan ini Pak Eka berharap, semoga tahun 2018 yang akan datang lebih banyak lagi guru-guru SMP di Kabupaten Demak yang mau mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran ini, sehingga kualitas pembelajaran dan pendidikan tingkat SMP khususnya, dan semua sekolah pada umumnya dapat meningkat secara signifikan.


JUARA UMUM LOMBA TATA UPACARA BENDERA TINGKAT KABUPATEN DEMAK 2017

Satu prestasi ditorehkan lagi oleh anak-anak Espero Demak (SMP Negeri 2 Demak). Prestasi itu adalah mereka berhasil mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum lomba Tata Upacara Bendera yang diadakan di tingkat Kabupaten Demak.

Lomba yang diselenggarakan setiap tahun ini sangat bermanfaat dalam mendidik karakter peserta didik sebagai bekal di masa yang akan datang.  Lomba ini diikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Demak dari tingkat SD, SMP dan SMA. Sebagai mana disampaikan di atas lomba ini sangat penting karena mempunyai tujuan meningkatkan kedisplinan, kesehatan jasmani dan rohani serta kreatifitas peserta didik di Kabupaten Demak, menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air serta mempertebal semangat kebangsaan dan persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan dan sikap menghargai jasa para pahlawan serta berorientasi pada masa depan, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas Tata Upacara Bendera dan Baris Berbaris dikalangan Pemuda / Pelajar.

Pada tahun ini SMP Negeri 2 Demak mengikuti lomba tersebut dan berhasil mempertahankan prestasi yang telah diraih pada tahun lalu, yaitu sebagai juara umum. Juara atau preastasi ini tidak diraih anak-anak dengan mudah. Mereka selalu berlatih tanpa kenal lelah demi sebuah prestasi. Setelah pulang sekolah mereka biasanya berlatih dengan didampingi guru pendamping yaitu Bapak Teguh Supriyanto, S.Pd. Sebagai seorang pelatih Pak Teguh berkeinginan mewujudkan impian mereka untuk meraih prestasi pada lomba ini.

Peserta lomba Tata Upacara Bendera dari SMP Negeri 2 Demak ini diikuti oleh perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX. Hal ini juga tak lepas dari regenerasi untuk tim Lomba Tata Upacara Bendera yang akan berlaga untuk tahun depan.

Pada lomba tersebut SMP Negeri 2 Demak berhasil menjadi juara umum dengan memenangkan beberapa kategori dalam lomba tersebut, diantaranya:

  • 1.       Pengatur Upacara
  • 2.       Pemimpin Upacara
  • 3.       Pemimpin Barisan
  • 4.       UUD 1945
  • 5.       Pengibar Bendera
  • 6.       Koor
  • 7.       Pembina Upacara

                Hasil dari Lomba tersebut telah diumumkan panitia dengan juara umum diraih oleh SMP Negeri 2 Demak. Hasil selengkapnya sebagai berikut:

  1. Juara 1, SMP Negeri 2 Demak
  2. Juara 2, SMP Negeri 1 Demak
  3. Juara 3, SMP Negeri 1 Sayung

Menurut Arif, salah satu peserta lomba TUB dari SMP Negeri 2 Demak mengatakan bahwa lomba ini sangat penting karena bisa melatih kedisiplinan peserta didik dalam segala hal dan dia juga berpesan kepada adik-adik kelas untuk selalu berlatih dan memperhatikan sikap disiplin, karena itu adalah bekal untuk mencapai kesuksesan. Ketika ditanya oleh tim Redaksi Esperomag tentang tim mana yang menjadi pesaing terberat, Arip mengatakan bahwa SMP Negeri 1 Sayung merupakan tim yang solid karena gerakan-gerakan dan kerja sama sangat bagus.

Semoga hasil dari lomba Tata Upacara Bendera ini menjadi prestasi yang mampu menambah semangat peserta didik di SMP Negeri 2 Demak untuk lebih berprestasi.